Memburu Berkah Takjil Satu Rupiah

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Antrean mengular di pelataran depan Menara Mandiri di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, menjelang waktu berbuka puasa. Pekerja kantoran, pengemudi ojek daring, hingga pejalan kaki yang melintas tampak berbaris. Mereka antusias menanti paket takjil seharga satu rupiah dari vending machine yang disediakan.

Ade (29) berada dalam antrean panjang itu. Setelah sekitar satu jam menunggu, satu paket nasi dalam kemasan plastik lengkap dengan minuman jeli mendarat dalam genggamannya. Ia pun bergegas menuju Halte Transjakarta dengan wajah semringah. ”Lumayan buat buka puasa di jalan. Biasanya cuma minum air saja,” ucap warga Bekasi tersebut.

Meski bekerja di Bank Mandiri, Ade mengaku baru pertama kali mengantre untuk mendapatkan takjil satu rupiah. Awalnya, ia merasa malas karena melihat antrean yang terlampau panjang. Namun, sore itu, Rabu (25/2/2026), rasa penasarannya lebih besar. Waktu senggang sebelum pulang pun ia manfaatkan untuk membaur dalam antrean.

Menjelang pukul 17.00 WIB, suasana kian ramai. Petugas sigap mengatur alur antrean dan membantu warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi perbankan digital. Melalui panduan singkat, mereka membantu mengunduh aplikasi, melakukan registrasi, serta memastikan transaksi berhasil sebelum paket takjil keluar dari mesin.

Warga memindai kode QR menggunakan aplikasi Livin' by Mandiri untuk mendapatkan takjil seharga Rp 1.

Pilihan menu takjil seharga Rp 1 yang disediakan Bank Mandiri.

Paket makanan dan minuman seharga Rp 1 yang didapatkan pengemudi ojek daring.

Setiap kali layar mesin menampilkan notifikasi, terdengar bunyi mekanis yang diikuti keluarnya makanan dan minuman. Beragam ekspresi semringah pun merekah, tak terkecuali di wajah Amin (45), pengemudi ojek daring yang tak sengaja singgah. Sepaket nasi ayam segera ia abadikan menggunakan ponsel untuk disebarkan kepada rekan-rekannya sesama pengemudi.

”Pas nurunin penumpang, ditawarin satpam untuk ambil takjil. Awalnya mikir-mikir juga karena antrean panjang banget. Tapi, ternyata ada jalur khusus buat ojol,” ujar Amin. Tanpa ragu, pengemudi asal Kalibata itu pun langsung tertarik. Ia bahkan rela membuka rekening Bank Mandiri saat itu juga karena menjadi syarat untuk mendapatkan takjil satu rupiah.

Antusiasme masyarakat terlihat konsisten dari hari ke hari. Makanan dan minuman yang tersedia setiap hari kerja sejak 19 Februari hingga 19 Maret 2026 itu kerap habis dalam waktu relatif singkat. Tak sedikit pekerja yang sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan. Meski demikian, masyarakat tetap tertib dan kondusif saat mengantre.

Program Ramadhan

Program bertajuk ”Mandiri Berbagi Kebaikan” ini menjadi salah satu inisiatif Bank Mandiri untuk berbagi berkah selama bulan Ramadhan. Melalui vending machine, masyarakat dapat menebus satu paket makanan dan minuman takjil hanya dengan membayar Rp 1 menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri. Transaksi dilakukan secara nontunai dengan memindai kode pembayaran digital yang tertera di mesin.

Program takjil satu rupiah bukan sekadar aksi berbagi makanan berbuka. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong literasi keuangan digital di tengah masyarakat perkotaan. Momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkenalkan kemudahan transaksi nontunai secara langsung dan praktis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Kebijakan Publik: Polemik MBG Harus Dibedah Secara Menyeluruh
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenhut hentikan perambahan hutan untuk perkebunan di Wajo, Sulsel
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Gunduli Madura United 5-0, Persib Bandung Tak Tergoyahkan di Puncak Klasemen
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Belajar dari Yogyakarta, DPRD Soroti Kebocoran Retribusi dan Penguatan UMKM Lokal
• 42 menit laluharianfajar
thumb
PSI Bela MBG yang Dikritik PDIP Pakai Anggaran Pendidikan
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.