Pabrikan otomotif PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) optimis dapat menggenjot kinerja perusahaan dengan melakukan penguatan dari sisi produksi dan layanan.
IAMI secara serius melakukan modernisasi fasilitas pabrik serta peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing produk.
"Tahun ini akan menjadi fase penguatan dari sisi produksi dan layanan," kata President Director IAMI, Masayasu Hideshima.
Ia menambahkan memasuki 2026, Isuzu melihat peluang pertumbuhan yang cukup terbuka karena proyeksi ekonomi nasional yang diperkirakan stabil di kisaran 5% serta tren penurunan suku bunga acuan yang dapat mendorong kemudahan pembiayaan kredit kendaraan niaga bagi pelaku usaha.
Sementara itu, untuk capaian tahun 2025 adalah tahun yang penuh tantangan bagi pasar kendaraan niaga nasional. Sebab, kondisi ekonomi yang fluktuatif serta persaingan antarmerek yang semakin ketat membuat industri ini berada dalam tekanan.
Baca Juga: BYD Siapkan Pengisian 400 Km dalam 5 Menit, Era Cas Mobil Listrik Secepat Isi BBM Dimulai 5 Maret 2026
Meski demikian Isuzu mampu mengamankan pangsa pasar nasional sebesar 29 persen untuk segmen kendaraan niaga sepanjang 2025.
"Namun di tengah situasi tersebut, IAMI justru menutup tahun dengan capaian yang solid," klaim Hideshima.
Sementara dari sisi kontribusi model, Isuzu TRAGA menjadi tulang punggung penjualan dengan sumbangan 47,5% dari total penjualan. Posisi berikutnya ditempati Isuzu ELF sebesar 23,7% dan truk kelas berat Isuzu GIGA dengan kontribusi 18,2%.
Dominasi TRAGA menegaskan kuatnya permintaan di segmen kendaraan niaga ringan yang banyak digunakan untuk distribusi dan logistik perkotaan.





