Jakarta (ANTARA) - RSUD Tarakan dinilai semakin strategis di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan perkotaan dan berkembang menjadi fasilitas kesehatan tipe A yang memegang peran penting sebagai rumah sakit rujukan di ibu kota.
"Sebagai rumah sakit rujukan tipe A, RSUD Tarakan menghadapi kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi. Yang patut diapresiasi, rumah sakit ini mampu menjaga standar klinis dan respons layanan di tengah volume pasien yang besar," kata Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho Agung di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, RSUD Tarakan sebagai rumah sakit daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berdiri hampir empat dekade, rumah sakit ini berkembang menjadi fasilitas kesehatan tipe A yang memegang peran penting dalam sistem rujukan di ibu kota.
Transformasi tersebut terlihat dari penguatan layanan spesialis dan subspesialis. RSUD Tarakan, kata Agung, kini menangani kasus jantung terpadu, stroke, kanker, gangguan ginjal, hingga tindakan bedah kompleks.
Keberadaan "cath lab", ruang operasi modern, serta unit perawatan intensif mempertegas kapasitasnya dalam menangani pasien dengan kondisi kritis. Kekuatan RSUD Tarakan tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem kerja dan sumber daya manusia.
Baca juga: RSUD Tarakan diperluas untuk fasilitas penanganan kanker
"Kolaborasi antarspesialis, kesiapan tenaga medis, serta dukungan manajemen menjadi faktor penting dalam menjaga mutu layanan," ujarnya.
Di sisi operasional, lanjut Agung, penguatan digitalisasi turut mempercepat alur pelayanan. Sistem pendaftaran dan rekam medis elektronik membantu mempersingkat waktu tunggu dan meningkatkan koordinasi antarunit.
Pembenahan ini menjadi bagian dari adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Sebagai rumah sakit publik, mayoritas pasien RSUD Tarakan merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Peran ini menempatkannya sebagai garda depan akses layanan kesehatan bagi berbagai lapisan masyarakat," katanya.
Menjelang usia ke-39 tahun, RSUD Tarakan menunjukkan bahwa rumah sakit daerah dapat terus bertumbuh melalui pembaruan sistem, peningkatan kapasitas layanan, dan penguatan sumber daya manusia.
Di tengah tantangan kesehatan kota besar, rumah sakit ini terus berbenah untuk memastikan layanan tetap profesional, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta perluas RSUD Tarakan
"Sebagai rumah sakit rujukan tipe A, RSUD Tarakan menghadapi kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi. Yang patut diapresiasi, rumah sakit ini mampu menjaga standar klinis dan respons layanan di tengah volume pasien yang besar," kata Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho Agung di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, RSUD Tarakan sebagai rumah sakit daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berdiri hampir empat dekade, rumah sakit ini berkembang menjadi fasilitas kesehatan tipe A yang memegang peran penting dalam sistem rujukan di ibu kota.
Transformasi tersebut terlihat dari penguatan layanan spesialis dan subspesialis. RSUD Tarakan, kata Agung, kini menangani kasus jantung terpadu, stroke, kanker, gangguan ginjal, hingga tindakan bedah kompleks.
Keberadaan "cath lab", ruang operasi modern, serta unit perawatan intensif mempertegas kapasitasnya dalam menangani pasien dengan kondisi kritis. Kekuatan RSUD Tarakan tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem kerja dan sumber daya manusia.
Baca juga: RSUD Tarakan diperluas untuk fasilitas penanganan kanker
"Kolaborasi antarspesialis, kesiapan tenaga medis, serta dukungan manajemen menjadi faktor penting dalam menjaga mutu layanan," ujarnya.
Di sisi operasional, lanjut Agung, penguatan digitalisasi turut mempercepat alur pelayanan. Sistem pendaftaran dan rekam medis elektronik membantu mempersingkat waktu tunggu dan meningkatkan koordinasi antarunit.
Pembenahan ini menjadi bagian dari adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Sebagai rumah sakit publik, mayoritas pasien RSUD Tarakan merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Peran ini menempatkannya sebagai garda depan akses layanan kesehatan bagi berbagai lapisan masyarakat," katanya.
Menjelang usia ke-39 tahun, RSUD Tarakan menunjukkan bahwa rumah sakit daerah dapat terus bertumbuh melalui pembaruan sistem, peningkatan kapasitas layanan, dan penguatan sumber daya manusia.
Di tengah tantangan kesehatan kota besar, rumah sakit ini terus berbenah untuk memastikan layanan tetap profesional, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta perluas RSUD Tarakan





