Ketegangan AS-Kuba Memuncak, Rusia Buka Suara

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat peresmian monumen untuk mendiang pemimpin Kuba Fidel Castro di Moskow pada (22/11/2022) waktu setempat. (SPUTNIK/AFP via Getty Images/SERGEI GUNEYEV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memperingatkan meningkatnya ketegangan di Kuba menyusul insiden mematikan yang melibatkan kapal cepat berplat nomor Amerika Serikat (AS) di perairan negara tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow mencermati eskalasi situasi di Kuba setelah insiden bentrokan laut tersebut. Kremlin menilai situasi di Kuba semakin memburuk, terutama dari sisi kemanusiaan, di tengah krisis ekonomi dan energi yang berkepanjangan.

"Kami melihat bahwa situasi di sekitar Kuba meningkat. Yang terpenting adalah komponen kemanusiaan. Masalah kemanusiaan warga Kuba harus diselesaikan, dan tidak seorang pun boleh menciptakan hambatan," kata Peskov kepada wartawan, dikutip dari kantor berita Rusia, Jumat (27/2/2026).


Baca: Baku Tembak Berdarah AS-Kuba di Laut, Presiden Pasang Badan

Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Kementerian Dalam Negeri Kuba melaporkan bahwa penjaga perbatasan negara itu menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya dalam bentrokan dengan sebuah kapal cepat berplat Florida, AS, di lepas pantai utara Kuba.

Menurut otoritas Kuba, kapal tersebut memasuki perairan teritorial tanpa izin. Sepuluh penumpang di atasnya dilaporkan melepaskan tembakan ke arah patroli Kuba, sehingga aparat membalas tembakan.

Kementerian Dalam Negeri Kuba menyebut seluruh penumpang kapal merupakan warga negara Kuba yang bermukim di AS. Mereka disebut bersenjata dan sebagian memiliki catatan kriminal sebelumnya. Aparat menyita sejumlah barang dari kapal tersebut, termasuk senapan serbu, pistol, alat peledak rakitan, serta seragam kamuflase.

Dari pihak Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggambarkan insiden itu sebagai kejadian yang "sangat tidak biasa".

"Ini adalah peristiwa yang sangat tidak biasa, dan kami akan menanggapi dengan tepat setelah melakukan penyelidikan independen," ujar Rubio.

Insiden ini terjadi di tengah tekanan ekonomi berat yang dialami Kuba, terutama akibat krisis bahan bakar. Havana menyebut kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan AS yang membatasi pasokan minyak ke negara Karibia itu.

Baca: Pasukan Kuba dan Kapal AS Baku Tembak di Laut, Korban Jiwa Berjatuhan

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya menyatakan Kuba menimbulkan "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa", serta berjanji akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba. Kuba mengutuk langkah tersebut dan menyebutnya sebagai tekanan sepihak.

Akibat keterbatasan bahan bakar, pemerintah Kuba telah mengambil langkah penghematan, termasuk membatasi pasokan energi untuk sejumlah sektor kunci demi menjaga layanan publik tetap berjalan.

Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan potensi "keruntuhan" kemanusiaan di Kuba jika pasokan minyak terus menipis.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: PBB Sahkan Resolusi Perdamaian Rusia-Ukraina

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah 20 Tahun, Insentif Guru Honorer Akhirnya Naik Jadi Rp400 Ribu
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Apriyani/Lanny Siapkan Evaluasi Menyeluruh Hadapi Ganda Jepang di Babak 16 Besar German Open 2026
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kasatgas PRR Fokus Percepat Pemulihan di Wilayah Prioritas Pascabencana
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Buyback Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Proliga 2026, Jumat 27 Februari: Peluang Emas Jakarta Popsivo Polwan Amankan Tiket Final Four Lebih Cepat
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.