SLEMAN, KOMPAS.TV - Semprotan dan evaluasi taktik dari pelatih Jean Paul van Gastel saat jeda turun minum menjadi titik balik krusial bagi PSIM Yogyakarta kala melibas tuan rumah PSBS Biak 4-2.
Laga pekan ke-23 BRI Super League yang bergulir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026), memperlihatkan dua wajah berbeda dari skuad asuhan pelatih asal Belanda tersebut.
Meski sukses mencuri gol lebih dulu lewat sundulan Franco Mingo pada menit ke-15, PSIM justru kehilangan cengkeraman permainan.
Tuan rumah memanfaatkan kelengahan ini dan sukses menyamakan kedudukan melalui aksi Eduardo Barbosa di menit ke-36.
Baca Juga: Brace Mingo dan Ze Valente Bawa PSIM Yogyakarta Bungkam PSBS Biak 4-2
Kekecewaan terhadap performa paruh pertama ini diakui secara terbuka oleh sang juru taktik.
"Di babak pertama ketika melakukan penguasaan bola, agak sedikit buruk dan kami tidak bisa mengontrol pertandingan," kata Van Gastel usai laga.
Pelatih ini bahkan menyoroti bagaimana timnya kerap membuang tenaga secara percuma karena tidak menjalankan instruksi dengan disiplin.
Gelandang andalan PSIM, Ze Valente, juga mengamini situasi tertekan tersebut. Pemain asal Portugal ini mengakui dominasi tuan rumah sebelum turun minum.
"Di babak pertama kita tidak bisa mengontrol pertandingan dan kita dikontrol oleh tim lawan," kata Valente.
Menghadapi kebuntuan 1-1, Van Gastel segera merombak mentalitas anak asuhnya di ruang ganti.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- PSIM Yogyakarta
- PSBS Biak
- Paul van Gastel
- Ze Valente
- Franco Mingo
- BRI Super League




