Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengamankan aksi mahasiswa pada Jumat (27/2/2026) dengan pendekatan humanis serta perlindungan HAM.
  • Polisi menyayangkan oknum mahasiswa memaki petugas dan menulis kata tidak pantas pada atribut Polwan selama aksi.
  • Personel keamanan mengenakan atribut keagamaan khusus sebagai wujud penghormatan terhadap pelaksanaan bulan Ramadan.

Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan pelaksanaan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum oleh kelompok mahasiswa pada Jumat (27/2/2026) berjalan aman dan kondusif.

Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis serta perlindungan hak asasi manusia.

“Kita menyaksikan bersama bahwa pelaksanaan pengamanan ini dilaksanakan dengan mengedepankan perlindungan, mengedepankan sisi humanis, serta memperhatikan hak asasi manusia,” ujar Budi kepada wartawan.

Meski secara umum berlangsung tertib, Budi menyayangkan adanya oknum mahasiswa yang melontarkan makian kepada petugas hingga menuliskan kata-kata tidak pantas pada atribut personel Polisi Wanita (Polwan).

Kendati demikian, ia menegaskan seluruh anggota di lapangan telah diinstruksikan untuk tetap bersabar, terlebih aksi berlangsung di bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak, di bulan suci Ramadan ini ada norma dan etika yang harus kita jaga. Bagaimana kita menghormati masyarakat yang beribadah puasa,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengapresiasi massa aksi karena tidak ada fasilitas umum yang dirusak serta tidak terjadi benturan fisik selama kegiatan berlangsung.

Dalam pengamanan kali ini, tampak sejumlah personel kepolisian mengenakan peci, sorban, serta hijab putih bagi Polwan. Budi menjelaskan atribut tersebut merupakan bagian dari “Tim Solawat” dan “Tim Hadrah” yang diterjunkan khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan Ramadan.

“Nah ini kita menghormati bulan suci Ramadan. Kami saja petugas kepolisian yang melakukan pengamanan sangat menghormati, makanya rasa sabar itu paling utama,” jelasnya.

Baca Juga: Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!

Menanggapi ancaman mahasiswa yang akan kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar, Budi memastikan kepolisian tetap mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif.

“Pihak kepolisian pasti siap untuk melakukan pelayanan pengamanan terhadap seluruh masyarakat ataupun komponen yang menyampaikan aspirasi di muka publik itu karena dilindungi oleh undang-undang,” tambahnya.

Terkait permintaan massa aksi untuk beraudiensi langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Budi menyatakan aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan.

“Nanti akan kami sampaikan, akan dikaji, ini kan juga pasti Bapak Kapolri juga menonton,” pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenaikan Insentif dan Tunjangan Guru Honorer Bukti MBG Tak Mengganggu Anggaran Pendidikan
• 7 menit lalujpnn.com
thumb
Komdigi Satukan Bisnis Kurir dan Ojol: Jaga 6 Juta Pekerja, Tekan Biaya Logistik
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 168, Hari Ini Jumat 27 FEBRUARI 2026: Lepaskan dengan Air Mata, Samsul Minta Trian Bawa Adila Raih Bahagia
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bahagia Karena Tidak Banyak Menuntut
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Pemuda Madura Protes Anggaran MBG Apabila Pakai Dana Pendidikan
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.