Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menjamin seluruh ruas jalan provinsi dalam kondisi mantap dan bebas lubang guna memastikan kelancaran serta keselamatan arus mudik dan balik pada periode Lebaran 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat Agung Wahyudi menyatakan saat ini persentase jalan provinsi dengan kondisi mantap telah mencapai 91,68 persen atau sepanjang 2.362,183 kilometer.
"Perbaikan jalan yang berlubang sedang dilakukan. Kami menjamin tidak ada lagi jalan berlubang saat mudik Idulfitri nanti," ujar Agung, dikutip dari Antara, Jumat, 27 Februari 2026.
Baca Juga :
Jalur Mudik di Jawa Barat Dipastikan Aman dan NyamanSelain mengejar target bebas lubang, Pemprov Jabar memberikan perhatian khusus pada risiko teknis di jalur mudik dengan menyiagakan 19 titik Disaster Relief Unit (DRU). Unit ini berfungsi sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi kerusakan mendadak maupun bencana alam di jalur padat.
Agung menjelaskan operasional DRU akan dikawal langsung oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti. Tim ini divalidasi untuk bergerak cepat menangani kerusakan jalan di area perkotaan, titik rawan kecelakaan, hingga lokasi yang dilaporkan masyarakat secara mendesak.
"Tim dilengkapi dengan berbagai peralatan, yakni 20 mini excavator, 56 dump truck, enam jembatan bailey, 40 pick up, enam wheel loader, serta 81 pemadat," ujarnya.
Mobil melintas di Jalan Rancabali-Ciwidey, Kabupaten Bandung, salah satu jalan provinsi di Jawa Barat. (ANTARA/HO Istimewa)
Ke-19 titik alat berat tersebut disebar secara strategis yang mencakup wilayah Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya.
Tak hanya soal infrastruktur jalan, aspek pelayanan pemudik juga diperkuat dengan penyediaan 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Posko-posko ini dirancang sebagai layanan satu tempat (one-stop service) bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Selain menyediakan tempat istirahat, air minum, dan toilet, petugas di posko akan menyuplai informasi krusial mengenai jalur alternatif, titik rawan bencana, serta pemetaan kemacetan terkini. "Dengan persiapan tersebut, gangguan bencana saat perjalanan mudik dapat diminimalisir," tutur Agung.




