Pakistan menyatakan perang terbuka terhadap Afghanistan pada Jumat (27/2). Ketegangan antara kedua negara tersebut telah terjadi sejak Oktober 2025 dan kembali pecah pada Kamis (26/2).
Sejumlah negara hingga lembaga dunia merespons kondisi tersebut. Mereka kompak meminta segera mengakhiri konflik tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam keterangannya meminta kedua negara tersebut menahan diri.
“Kedua pihak untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan nasional masing-masing dan untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan dan konflik," demikian keterangan tersebut dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (28/2).
Irak juga menyerukan hal yang sama. Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan prihatin dengan kondisi kedua negara tersebut sebab konflik menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Selain itu juga dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
Kemlu Irak meminta untuk mengutamakan dialog sebagai jalan menyelesaikan masalah. “Menyerukan penyelesaian konflik melalui cara-cara damai, sesuai dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Pakistan dan Afghanistan untuk segera melakukan gencatan senjata.
“Sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan yang kita lihat antara Afghanistan dan Pakistan, dan dampak kekerasan tersebut terhadap penduduk sipil,” kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
“Ia menyerukan penghentian permusuhan segera, dan ia menegaskan kembali seruannya kepada kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan apa pun melalui diplomasi,” tambah juru bicara tersebut.





