JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya masih menunggu proses verifikasi ratusan WNI terlibat kelompok ekstremis yang dilaporkan terkatung-katung di Suriah.
Sebanyak 308 WNI dilaporkan tertahan di Idlib, Suriah, usai kamp pengungsian Al-Hol ditutup otoritas setempat pada Minggu (22/2/2026) lalu. Kamp ini sebelumnya dihuni anggota keluarga kombatan ISIS.
Menurut Heni, pemerintah belum bisa memastikan apakah 308 orang tersebut berstatus WNI. Pejabat Kemlu itu juga tak memberi keterangan apakah pemerintah akan memulangkan WNI terlibat kelompok ekstremis tersebut atau tidak.
Baca Juga: Ledakan di Masjid Saat Salat Jumat di Suriah, Delapan Orang Tewas
"Berdasarkan info yang kami terima dari KBRI Damaskus, saat ini terdapat kurang lebih 308 individu terasosiasi FTF yang mengaku dari Indonesia," kata Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
"Saya tidak bilang WNI ya, karena ini harus diverifikasi lebih lanjut yang keluar dari kamp Al-Hol dan saat ini ditampung oleh sejumlah keluarga lokal di Idlib."
Heni menambahkan, ratusan orang diduga WNI tersebut saat ini ditampung di rumah-rumah penduduk lokal Suriah. Kemlu akan mempertimbangkan risiko hukum dan keamanan sebelum memutuskan pemulangan para WNI dari Suriah.
"Jadi, mereka saat ini yang menangani UNHCR (Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi). Untuk penanganan lebih lanjut, proses verifikasi identitas, status kewarganegaraan, dan tingkat radikalisme individu tersebut perlu dilakukan," kata Heni.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Indonesia Konsisten dalam Isu Palestina, Tegaskan Kecam Aneksasi Tepi Barat
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- wni terlibat kelompok ekstremis
- 308 wni telantar di suriah
- wni di suriah
- kamp pengungsian al hol
- direktur perlindungan wni





