Era Baru Kesejahteraan Guru Honorer, Seskab Teddy: Insentif Naik Setelah 20 Tahun

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa insentif guru honorer menjadi Rp200 ribu pada zaman Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, selama 20 tahun, insentif guru honorer belum pernah naik.

BACA JUGA:Pramono Beri Diskon Besar-besaran di Mall dan Tempat Wisata, Ajak Warga Rayakan Idul Fitri 2026 di Jakarta

BACA JUGA:Viral! Pemuda Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Cipondoh, Ujung-ujungnya Minta Damai

"Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo. Menjadi Rp 400.000. Jadi, Anda bayangkan, selama 20 tahun insentif itu belum pernah naik," ungkap Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Selain menaikan insentif, kata Teddy, Prabowo juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari yang sebelumnya Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta.

Teddy juga menyebutkan bahwa pemerintah membenahi sistem penyaluran tunjangan semula 3 bulan sekali menjadi setiap bulan.

BACA JUGA:Kinerja Solid 2025, Isuzu Indonesia Optimistis Melaju Lebih Kencang di 2026

BACA JUGA:Polisi Mediasi Orang Tua Bocil di Depok yang Seret Temannya Karena Kalah Lomba Lari

"Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah jadi dulu pemberian kunjangan honor itu melalui transfer ke daerah. Dari daerah yang beri. Dan itu 3 bulan sekali baru dapat. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Teddy membantah adanya pengurangan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menambah dan mendetailkan anggaran untuk siswa, sekolah dan gurunya.

BACA JUGA:Persiapan Lebaran Tanpa Ribet, bTaskee Hadirkan Layanan Infal dan Promo Khusus Ramadan

BACA JUGA:Siap Transaksi Jelang Lebaran 2026, BNI Siapkan Rp23,97 Triliun Uang Tunai

"Jadi yang mau saya sampaikan tidak ada program pendidikan yang dikurangi, atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya," jelas Teddy.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Ekonomi Rendah Karbon, OJK dan Inggris Bentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Salah Pola Makan Saat Puasa Bisa Picu Kembung, Ini Kata Ahli
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tahan Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Importasi Barang
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Reaksi Rusia usai Indonesia Gabung Board of Peace, Sebut Langkah untuk Lindungi Palestina
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Beri Pemulihan Trauma Ibu korban Pembunuhan di Kelapa Gading
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.