Jakarta, VIVA – Kisruh rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa kian memanas setelah sang istri resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara.
Langkah hukum tersebut disebut-sebut menjadi puncak dari polemik poligami yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Scroll lebih lanjut yuk!
Kabar gugatan itu pun mengejutkan Insanul Fahmi. Pasalnya, menurut pengakuannya, sebelumnya terdapat rencana untuk membicarakan proses perceraian secara lebih lanjut setelah momen Lebaran. Namun, keputusan Wardatina Mawa yang lebih dulu melayangkan gugatan membuat situasi berubah drastis.
Insanul Fahmi menyampaikan kegundahannya. Ia menegaskan bahwa dirinya masih ingin mempertahankan rumah tangga yang telah dibina.
"Kalau dari saya sendiri pasti ingin mempertahankan. Tapi melihat kondisi ini sudah sangat carut marut, sudah berlarut-larut, nggak baik juga jadi konsumsi publik. Saya coba mempertimbangkan apa mudharat yang ditimbulkan kalau saya mengambil keputusan. Jangan sampai saya mengambil keputusan ini ternyata makin memperkeruh dan drama," kata Insanul Fahmi, mengutip video di Instagram @lambe_turah, Jumat 27 Februari 2026.
Pernyataan tersebut memperlihatkan dilema yang tengah dihadapi Insanul Fahmi. Ia mengaku tak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang justru berpotensi memperparah keadaan. Di tengah sorotan publik, ia juga mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul, baik bagi keluarga maupun pihak-pihak lain yang terlibat.
Lebih lanjut, Insanul Fahmi menegaskan bahwa hingga kini dirinya belum memiliki niat untuk berpisah. Ia masih berusaha menjaga prasangka baik dan membuka ruang komunikasi dengan sang istri.
"Kalau dari saya sendiri belum ada kepikiran sama sekali. Dari kemarin masih husnuzon bagaimana caranya bisa coba akur, damai, kemudian kita susun kembali gimana caranya supaya bisa utuh. Belum ada kepikiran untuk opsi berpisah," jelaskan.
Namun demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Insanul Fahmi mengaku telah berusaha menghubungi dan mengajak Wardatina Mawa berdiskusi secara kekeluargaan guna mencari jalan tengah terbaik.
"Saya coba menghubungi, mengkomunikasikan yang terbaik seperti apa. Saya ngobrol juga, ngajakin duduk. Tapi sampai saat ini saya masih menunggu responsnya seperti apa," tuturnya.





