Grid.ID - Siapa nih yang punya kebiasaan makan balas dendam alias makan porsi kuli saat sahur dengan harapan tidak cepat lapar seharian? Kalau kamu masih melakukan kebiasaan ini, mending stop dari sekarang.
Alih-alih bikin kenyang sampai magrib, ternyata makan terlalu banyak saat sahur justru bikin perut keroncongan di jam 10 pagi.
Hal ini dibongkar langsung oleh dr. Tirta Mandira Hudhi alias Dokter Tirta. Melalui edukasinya, dr. Tirta membenarkan bahwa makan sahur terlalu banyak, apalagi didominasi karbohidrat (seperti nasi), adalah sebuah kesalahan.
"Ketika Anda makan terlalu banyak pada waktu subuh, kalian harus tahu bahwa jam 4 pagi adalah titik di mana insulin tubuh lagi tinggi-tingginya. Otomatis gula darah akan melonjak tajam (spike)," kata dr. Tirta seperti dikutip Grid.ID dari YouTube Tirta PengPengPeng, Jumat (27/2/2026).
Lonjakan gula darah yang drastis ini akan diikuti oleh penurunan gula darah yang drastis pula. Efeknya, tubuh malah akan merespons dengan rasa lapar yang lebih cepat, lelah, dan rasa kantuk yang luar biasa di siang hari.
Lantas, apa menu sahur terbaik agar tahan lapar seharian?
Menurut Dokter Tirta, kuncinya pada konsumsi serat dan protein.
"Jadi, sahur tuh makan secukupnya. Kalau kalian pengen kenyang lebih lama, utamakan komposisi makanannya banyakin protein dan fiber. Jangan karbohidrat terus," tegasnya.
Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk menu sahur antara lain, yakni kurma, alpukat, dada ayam, dan telur.
"Banyakin protein dan serat, itu akan membantu puasa kalian lebih awet. Jadi puasa tapi perut nggak bunyi kruyuk-kruyuk, karena protein itu padat dan lebih mengenyangkan di perut," tandasnya.
Akan tetapi, bukan berarti kamu musuhan dengan nasi. Dokter Tirta menegaskan bahwa karbohidrat tetap boleh dikonsumsi dengan porsi yang seimbang bersama protein dan serat. (*)
Artikel Asli




