JAKARTA, KOMPAS.com - Demo mahasiswa di depan depan Markas Besar Polri (Mabes Polri), Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) sore diwarnai sejumlah pemandangan yang menarik perhatian.
Ratusan personel kepolisian yang mengawal demo menggunakan atribut berupa peci dan sorban berwarna putih.
Polisi pria menyampirkan sorban di bahu, sedangkan polisi wanita menggunakannya sebagai penutup kepala atau hijab.
Baca juga: Tertangkapnya Ko Erwin, Bandar Narkoba Penyetor Rp 2,8 M ke Eks Kapolres Bima Kota
Akan tetapi, penggunaan atribut tersebut menjadi olok-olok massa aksi yang datang dengan jas almamater kuning.
“Mereka pikir dengan menggunakan itu (peci dan sorban putih) bisa meluluhkan hati kita, kawan-kawan!” seru orator dari atas mobil komando.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan atribut ini digunakan sebagai penghormatan terhadap bulan suci Ramadhan.
“Polda Metro Jaya memiliki ada tim shalawat. Jadi ada tim hadroh, tim salawat. Nah, kami menghormati bulan suci Ramadhan dengan penggunaan peci, syal, serta bagi Polwan menggunakan hijab yang berwarna putih,” jelas Budi kepada wartawan, Jumat.
Pengamanan ini dilakukan secara humanis dan persuasif, mengingat aksi dilakukan saat bulan Ramadhan.
“Kami mengajak bahwa tadi sudah disampaikan, kegiatan aspirasi, penyampaian apalagi di bulan suci Ramadhan ini, ada norma dan etika yang harus kita jaga,” jelas Budi.
Baca juga: Berkali-kali Viral, Wanita yang Kerap Tak Bayar Makan Akhirnya Ditangkap dan Minta Maaf
Orasi dibalas selawat
Dalam orasinya, massa memprotes dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya seorang anak di Tual, Maluku, akibat pukulan helm oleh anggota Brimob.
Dok. Bidhumas Polda Metro Jaya Momen massa aksi berteriak dan menunjuk polisi saat unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jumat (27/2/2026).
“Sudahlah rakyat kecil ditindas, polisi seharusnya mengayomi,” kata seorang massa aksi di hadapan polisi.
Personel kepolisian yang berjaga terlihat tidak memberikan respons verbal dan hanya memasang ekspresi datar.
Massa juga sempat berteriak meminta dipertemukan dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Teriakan dan protes massa kemudian dibalas aparat dengan melantunkan selawat.
Baca juga: Balap Lari Berujung Luka, Bocah di Depok Jadi Korban Salah Sasaran Anak Polisi yang Emosi