Padel Saat Puasa: Tips Aman Bermain 45 Menit Menjelang Berbuka

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

TREN olahraga padel kini merambah ke berbagai kalangan, termasuk saat memasuki bulan suci Ramadan. 

Meski memerlukan aktivitas fisik yang dinamis, dr. Doni Revai dari RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, menyatakan bahwa masyarakat tetap bisa menikmati permainan ini selama menjalankan ibadah puasa dengan strategi yang tepat.

Kuncinya terletak pada durasi dan manajemen waktu. Menurut Doni, bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.

Baca juga : Mempertimbangkan Konsumsi Teh dan Kopi Selama Ramadan: Efek Diuretik hingga Pola Tidur

"Olahraga ini untuk membakar lemak dan membantu memperkuat otot jantung serta melancarkan sirkulasi darah. Sebaiknya bermain ganda, pilih lapangan indoor dengan sirkulasi udara yang baik atau AC untuk menekan penguapan cairan tubuh," ujar Doni Revai di Tangerang, Sabtu (28/2).

Pemilihan bermain ganda (dua lawan dua) dinilai lebih bijak karena intensitas pergerakan individu cenderung lebih terukur dibandingkan bermain tunggal, sehingga beban jantung tidak terlalu berat. 

Selain itu, fasilitas indoor menjadi faktor krusial untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dan menghindari dehidrasi berlebih akibat cuaca panas.

Baca juga : Ini Panduan untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi dan Hidrasi Anak yang Belajar Berpuasa

Strategi Energi dan Waktu

Selain satu jam sebelum berbuka, Doni menyebutkan ada dua waktu strategis lainnya untuk berolahraga, yakni setelah berbuka puasa dan setelah sahur. 

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak merasa haus atau lemas berlebihan yang berisiko membatalkan puasa.

Ia menjelaskan bahwa, saat berpuasa, tubuh cenderung meningkatkan penggunaan cadangan lemak sebagai sumber energi, meski glukosa tetap digunakan dalam jumlah terbatas. 

Oleh karena itu, olahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi atau "mengejar rekor" harus dihindari.

"Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Meski asupan nutrisi dan hidrasi terbatas, olahraga tetap bisa dilakukan asal tahu strateginya. Kuncinya bukan pada intensitas, melainkan pada manajemen waktu dan jenis gerakan," jelasnya.

Waspada Risiko Kesehatan

Meski padel sangat efektif untuk menjaga kebugaran, Doni mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi pemilik riwayat penyakit tertentu. Risiko hipoglikemia (gula darah drop) sangat nyata bagi penderita diabetes jika memaksakan diri.

Selain itu, potensi dehidrasi dapat memperberat kerja jantung dan memicu perubahan ritme jantung. Bagi penderita maag, aktivitas yang terlalu intens saat perut kosong terlalu lama juga bisa memicu naiknya asam lambung.

"Olahraga saat puasa adalah tentang menjaga kebugaran, bukan mengejar rekor pribadi. Dengan memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga yang ringan, Anda tetap bisa tampil prima hingga hari kemenangan tiba," pungkasnya. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Bantah Program MBG Kurangi Anggaran Pendidikan: Itu Narasi yang Keliru
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
LPDP Pertimbangkan Sanksi Pajang Nama Alumni tak Patuh di Website
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspadai Kaki Mati Rasa, Bisa Jadi Awal Komplikasi Berat Penyakit Diabetes
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Nafsu Buta Menantu Perkosa Ibu Mertua yang Sedang Tidur dan Usianya Cuma Beda 5 Tahun, Polis Ungkap Motif Pelaku
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Iftitah Ajak Kampus Terlibat Aktif Pembangunan Kawasan Transmigrasi
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.