Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menargetkan perbaikan jalan nasional di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan setelah meninjau langsung lokasi pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam keterangannya kepada awak media, Dody menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap untuk menyempurnakan kondisi jalan yang sebelumnya hanya ditambal di sejumlah titik.
Ia menyatakan, "Kita memang lagi proses perbaikan, dari mulai jalan di Pasar Parung sampai dengan titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini tapi belum sempurna. Kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua bulan ini sudah selesailah,".
Dody mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam proses perbaikan adalah faktor cuaca.
Ia mengatakan, "Tapi yang jadi masalah adalah cuaca. Kalau hujan, kita harus berhenti supaya kualitas jalan yang kita perbaiki memadai dan bisa bertahan lama,".
Menurutnya, pengerjaan harus dihentikan saat hujan agar kualitas jalan tetap terjaga dan memiliki daya tahan yang lama.
Dody juga menginstruksikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta - Jawa Barat agar perbaikan tidak hanya dilakukan dengan metode tambal sulam.
Ia menyampaikan, "Saya minta tolong Kepala Balai kalau bisa pengerjaan itu tidak menambal atau patching saja, tapi dikerjakan dari mulai titik ini sampai dengan Pasar Parung sana agar jalannya lebih mulus,".
Instruksi tersebut bertujuan agar kontur jalan menjadi lebih mulus sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengendara.
Dody menegaskan, "Kita perbaiki, kita usahakan secepat-cepatnya karena kalau ada perbaikan begini pasti mengganggu pergerakan masyarakat,".
Kementerian PU berupaya mempercepat proses perbaikan jalan nasional di wilayah Parung karena pengerjaan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat sekitar.
Selain itu, Dody menjamin penguatan preservasi jalan nasional tetap berlanjut meskipun terdapat penghematan anggaran.
Ia mengungkapkan bahwa pagu anggaran Kementerian PU Tahun 2026 sebesar Rp118,50 triliun diprioritaskan untuk penguatan jaringan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah.
Prioritas tersebut ditujukan sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian PU berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional dan konektivitas antarwilayah melalui penguatan jaringan irigasi serta peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan pada Tahun Anggaran 2026.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F19%2F35a6466f6ca4ccadfde95bfd7368a71e-20260219ronB.jpg)
