Ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah momentum besar untuk melatih pengendalian diri. Founder ESQ, Ary Ginanjar Agustian menekankan bahwa manusia ibarat sebuah kendaraan yang harus dipahami fungsi perangkatnya agar perjalanan hidup tetap aman dan mencapai tujuan dengan selamat.
Ibarat sedang mengendari mobil, kita diajak untuk memahami kapan harus menginjak 'rem' (untuk mengendalikan emosi), kapan menggunakan 'gas' (untuk berbuat kebaikan), dan bagaimana mengatur 'persneling' (fitrah batin untuk berbagi, menolong, dan bersikap adil) agar hidup tetap seimbang.
Baca juga: Sinaran Kalbu - Disiplin Jadi Kunci Memimpin Diri
Dengan mengenal dan menguasai mekanisme pengendalian diri ini, kita diharapkan dapat mencapai personal mastery sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik, tenang, dan kembali kepada fitrah setelah menuntaskan ibadah puasa.




