Setelah berbulan-bulan saling membalas serangan, Menteri Pertahanan Pakistan pada Jumat (27/2/2026) mengumumkan bahwa Pakistan dan Afghanistan kini telah memasuki status “perang terbuka”. Saat ini, bentrokan sengit terjadi di wilayah perbatasan kedua negara dan dilaporkan lebih dari 180 orang tewas.
EtIndonesia. Pasukan Afghanistan dilaporkan menyerang pasukan perbatasan Pakistan pada (26/2/2026) malam. Dikutip dari AFP, pemerintah Taliban menyatakan serangan mereka merupakan aksi balasan atas serangan udara sebelumnya yang menimbulkan korban.
Wartawan AFP yang ditempatkan di Kabul dan Kandahar melaporkan mendengar suara ledakan serta deru pesawat tempur yang melintas di udara.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa pada Kamis malam, mereka melancarkan serangan di wilayah perbatasan kedua negara, menewaskan 12 tentara Pakistan, menyita sejumlah senjata pihak Pakistan, serta merebut 15 pos militer milik Pakistan.
Sementara itu, Pakistan melancarkan pemboman terhadap sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul.
Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan, Attaullah Tarar, menulis di platform X bahwa “target militer Taliban Afghanistan di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar telah dikunci dan diserang.”
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengumumkan bahwa Pakistan telah memasuki “konfrontasi total” dengan pemerintahan Taliban. Ia menulis di X: “Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Kini antara kami dan kalian adalah perang terbuka.”
Menurut pernyataan pemerintah Pakistan pada 27 Februari melalui akun resmi di platform X, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan bahwa angkatan bersenjata Pakistan memiliki kemampuan untuk “menghancurkan” para agresor.
“Militer kami sepenuhnya mampu menggagalkan dan menghancurkan setiap ambisi agresi,” katanya.
Sharif menegaskan: “Seluruh rakyat berdiri bersama angkatan bersenjata Pakistan.”
Sebelumnya, Pakistan menuduh Afghanistan gagal mengambil tindakan terhadap kelompok bersenjata yang melancarkan serangan di wilayah Pakistan. Dengan mediasi Qatar dan Turkiye, kedua negara sempat mencapai gencatan senjata sementara dan menggelar beberapa putaran perundingan, namun tidak pernah berhasil mencapai kesepakatan jangka panjang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan berulang kali melakukan serangan udara ke Afghanistan, dan bentrokan di wilayah perbatasan terus terjadi, menyebabkan korban di kedua belah pihak.
Seorang pejabat kepolisian menyatakan pada 26 Februari bahwa dalam dua hari terakhir, serangkaian serangan militan di wilayah barat laut Pakistan telah menewaskan hampir 20 polisi dan warga sipil.
Sejak bentrokan mematikan pada Oktober tahun lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua pihak, sebagian besar pos lintas batas darat antara kedua negara tetap ditutup. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu konflik. (Hui)





