Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Pemerintah Perluas Bantuan Pangan dan Subsidi Beras untuk 33 Juta Penerima
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan pokok pada pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah.
Pemerintah memproyeksikan stabilitas harga dan kecukupan pasokan akan terus terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, fluktuasi harga mulai mereda.
Meski terdapat variasi harga di beberapa wilayah, secara umum grafik menunjukkan pergerakan ke arah yang lebih stabil.
"Kami melihat kecenderungan harga sudah turun dan mulai stabil. Pemerintah terus memantau ketat pergerakan ini agar daya beli masyarakat tidak terganggu selama bulan suci," ujar Ketut dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Februari 2026.
Intervensi Pasar dan Bantuan Sosial
Untuk menopang stabilitas tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Cakupan penerima manfaat tahun ini ditingkatkan secara signifikan menjadi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat distribusi di wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku dan Papua, guna memastikan pemerataan pasokan.
"Bantuan pangan ini akan didorong mulai Maret.
Kami menyiapkan seluruh instrumen agar program ini menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tambah Ketut.
Pantauan Harga di Lapangan
Dalam peninjauan di Pasar Senen, Jakarta, mayoritas harga pangan pokok berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
- Daging Sapi: Stabil pada kisaran Rp130.000 – Rp140.000 per kg.
- Daging Ayam: Rp40.000 per kg.
- Cabai Rawit Merah: Mengalami penurunan menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp110.000 per kg.
- Telur Ayam: Bertahan di angka Rp29.000 hingga Rp30.500 per kg.
Keberlanjutan Program SPHP
Di sisi lain, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dipastikan berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan alokasi anggaran Rp4,97 triliun.
Subsidi ini ditujukan untuk menyalurkan sekitar 828 ribu ton beras guna mengontrol harga di tingkat konsumen.
Sejalan dengan langkah tersebut, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan spekulasi harga.
"Seluruh sektor pangan harus patuh pada regulasi harga yang berlaku.
Jangan ada yang membuat anomali yang justru memberatkan rakyat di bulan Ramadhan," tegas Amran.
Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu ketiga Februari menunjukkan tantangan tetap ada. Sebanyak 23 provinsi masih mencatatkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dengan lonjakan tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar 5,47 persen.
Pemerintah berkomitmen terus melakukan intervensi di wilayah-wilayah yang masih mengalami tekanan harga tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews





