Ekskalasi Meningkat, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, meminta seluruh warga Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.

Sementara bagi warga AS yang berada di Iran, mereka juga diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Baca Juga :
Airlangga Sebut Tarif Dagang Indonesia-AS Jadi 15 Persen
Pasukan Indonesia Bakal Ditempatkan di Gaza Selatan Pada Awal April 2026

"Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi," kata Rubio dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio
Photo :
  • Anadolu

Dia menambahkan, dirinya menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah, menyusul perintah eksekutif dari Presiden AS, Donald Trump.

Trump diketahui telah mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk Melindungi Warga Negara AS dari Penahanan yang Tidak Sah di Luar Negeri pada musim gugur lalu, menyusul keputusan Kongres yang telah mengesahkan UU Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025 lalu.

"Yang memberi wewenang kepada Departemen untuk menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah," ujar Rubio.

"Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk rencana pembatasan perjalanan geografis pada penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengatakan, AS membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran, serta mendesak negara itu untuk bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Berbicara kepada wartawan saat kunjungan ke Colorado, Hegseth menegaskan kembali bahwa Presiden Trump lebih memilih solusi diplomatik, tetapi menekankan bahwa militer AS telah siap dengan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.

"Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden," ujarnya.

Hegseth menekankan, pihaknya bertugas untuk menyediakan berbagai opsi, termasuk memiliki opsi bagi Presiden Trump jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.

Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi". (Ant).

Baca Juga :
Ada Aturan Baru bagi Pengemudi yang Menolak Menepi
Negara Ini Terapkan Pembatasan Energi untuk Mobil Listrik
MBG di Cilacap Putar Ekonomi Warga, Dari Petani Hingga Peternak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tyrese Maxey Pecahkan Rekor Tripoin Allen Iverson Saat Philadelphia 76ers Tekuk Miami Heat
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ramadan 2026, Barang Apa Saja yang Paling Diburu Konsumen?
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
5 Buah yang Membantu Turunkan Asam Urat
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kepala BGN Klaim Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari untuk Cegah Pemborosan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pasar Takjil Bosowa 2026: Berkahnya Dapat, Diskonnya Dapat!
• 12 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.