Cerita Kades di Bali Ngeri Lihat Potongan Kepala Manusia Korban Mutilasi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Potongan kepala dan tubuh manusia diduga korban mutilasi ditemukan di Muara Sungai Wos, Banjar Keden atau Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kepala Desa atau Perbekel Ketewel, Putu Gede Widya Kusuma Negara, mengatakan potongan kepala ini awalnya ditemukan oleh masyarakat yang sedang jogging. Masyarakat mengira kepala itu merupakan bagian ogoh-ogoh yang terbuat dari gabus.

Hal ini karena Bali sedang menyambut lomba ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Namun, warga tersebut memutuskan melaporkan ke kepala lingkungan untuk memastikan apakah potongan kepala itu mainan atau bukan.

“Dikira potongan ogoh-ogoh gitu lho. Dikira mainan. Kalau nggak ada lalat yang mengampiri (potongan kepala), itu udah dikira mainan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (28/2).

Kepala lingkungan setempat lalu menghubungi Putu Gede Widya terkait temuan potongan kepala tersebut. Ia kemudian meneruskan informasi itu kepada pihak kepolisian.

Kedatangan pihak kepolisian hingga tim forensik membuat warga geger dan mendatangi Pantai Ketewel. Namun, penyidik langsung melakukan penjagaan ketat, sterilisasi tempat kejadian perkara, serta melarang warga mendekati pantai dan mengambil dokumentasi temuan potongan tubuh maupun proses evakuasi.

“Kita enggak boleh mengambil gambar apa-apa. Saya aja yang boleh mendampingi yang lain dah enggak boleh dekat sini,” katanya.

Putu Gede Widya mengaku ngeri melihat potongan kepala yang tampak membusuk di pinggir pantai. Ia semakin ngeri saat melihat petugas menemukan potongan tubuh lain yang berserakan di sekitar lokasi.

Tak Ada CCTV

Putu Gede Widya mengaku di sekitar muara dan pantai tidak terdapat kamera pengawas CCTV. Kamera pengawas kemungkinan ada di dekat pura dan rumah penduduk di sekitar lokasi.

Aktivitas warga atau pengunjung untuk berolahraga dan memancing di muara dan pantai juga tak menentu, terkadang ramai dan terkadang sepi. Aktivitas paling ramai terjadi pada Sabtu dan Minggu, baik pagi maupun sore hari.

Menurutnya, sekitar 1-2 kilometer dari muara dan pantai terdapat vila bagi turis. Ia bersama pejabat setempat sempat mendampingi penyidik kepolisian melakukan pendataan terkait turis asing yang sempat atau sedang menginap di vila tersebut.

“CCTV di vila-vila itu mungkin ada tapi itu sangat jauh dari pantauan,” katanya.

Desa Gelar Upacara Mecaru

Putu Gede Widya mengatakan, pihak desa sipil dan adat berencana menggelar upacara mecaru di sekitar muara dan pantai pada Selasa (3/3) mendatang. Menurutnya, dalam tradisi masyarakat setempat, pantai merupakan kawasan suci.

Temuan potongan tubuh manusia ini dinilai memberi aura negatif atau menodai kawasan suci sehingga perlu dilakukan persembahyangan. Upacara Mecaru diharapkan dapat mengembalikan kesucian pantai sehingga tercipta aura positif dan keseimbangan alam.

“Kami semua pemerintah desa, pemangku adat kami, desa adat kami, biar kenyamanan kami itu secara psikis secara rohani itu aman gitu, biar netralisir kesucian wilayah kami itu tetap terjaga, karena kami juga akan menyongsong Hari Raya Nyepi,” katanya.

Selain itu, Putu Gede Widya mengatakan akan meningkatkan patroli pecalang atau polisi desa adat untuk mengawasi aktivitas di sekitar pantai.

“Harapan kami ke depan biar lebih dari pihak kepolisian lebih intens untuk menangani hal-hal seperti ini biar tidak sampai ke seperti inilah. Sangat meresahkan kami, psikis kami itu sangat trauma lah melihat hal-hal ini. Takutnya ada apalah ke depan,” ujar Putu Gede Widya.

“Pintu masuk Bali ini terutama identitas para tamu, WNA atau WNI domestik apapun yang datang ke Bali ini biar lebih ketat penjagaannya, dampaknya kan kita semua dan akan berdampak kepada pariwisata secara utuh. Kan kita kecolongan jadinya masalah keamanan di Bali kan gitu,” lanjutnya.

Tato Bunda Maria

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyidik menemukan sejumlah ciri khusus pada potongan tubuh tersebut, yakni tato Bunda Maria dan jam tangan angka Romawi. Tato jam ini ditemukan pada potongan tubuh bagian lengan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan, penyidik saat ini sedang berusaha mengidentifikasi korban dengan mengambil sampel DNA.

Selain itu, penyidik juga bekerja sama dengan Konsulat Ukraina untuk mengambil sampel DNA ibu dari WN Ukraina berinisial IK. Kedua sampel tersebut nantinya akan dicocokkan untuk memastikan apakah korban adalah IK atau bukan.

WN Ukraina berinisial IK merupakan korban penculikan di sekitar Jalan Jimbaran, Kabupaten Badung, pada Minggu (15/2) lalu.

“Tim dari DVI Polda, Dokkes Polda Bali, dan Bidlabfor Polda Bali ini melakukan pengambilan sampel DNA terhadap potongan mayat yang kita temukan di Pantai Ketewal kemarin itu sambil nanti kita cocokkan dengan DNA keluarga yang merasa keluarganya hilang ya, atau yang melaporkan penculikan atau kehilangan, ya termasuk yang kita ketahui kemarin ada warga negara asing yang dilaporkan culik ya,” katanya di ruang kerjanya, Jumat (27/2).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker Sebut BHR Ojol 2026 Lebih Besar, Aturan Tunggu Konsultasi dengan Prabowo
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
7 OPD Pemkab Takalar Berbagi Takjil Swbagai Upaya Dekatkan Pemerintah Dengan Warganya
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Rapor Kinerja Grup Astra 2025: Laba ASII & UNTR Lesu, AALI hingga AUTO Melaju
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Thorcon Sebut Desain MSR Bisa Gunakan Bahan Bakar Thorium atau Uranium
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
SIM Keliling 28 Februari 2026: Cek Lokasi Pelayanan Akhir Pekan
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.