Memasuki Jumat kedua di bulan suci Ramadan, umat Muslim di beberapa wilayah konflik tetap menunjukkan keteguhan dalam menjalankan ibadah. Meski harus berhadapan dengan ancaman bahaya dan reruntuhan bangunan, warga di Gaza dan Pakistan tetap memadati lokasi salat Jumat pada 27 Februari 2026.
Di wilayah Khan Yunis, Gaza Selatan, Palestina, pemandangan memilukan terlihat saat ratusan warga Palestina, termasuk anak-anak, berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat di atas puing-puing masjid yang telah hancur akibat serangan Zionis Israel. Kondisi bangunan yang miring dan tidak stabil tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap beribadah di lokasi tersebut.
Karena rekonstruksi bangunan yang belum dimulai sejak kehancuran wilayah Gaza dalam dua tahun terakhir, warga terpaksa mendirikan tenda-tenda di sekitar sajadah yang digelar langsung di atas tanah. Sebagian besar dari mereka juga mengaku terpaksa tidur di jalanan akibat hunian yang luluh lantak.
Baca juga: 100 Ribu Warga Palestina Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan Ketat
Sementara itu, suasana mencekam juga menyelimuti pelaksanaan salat Jumat di Lahore, Pakistan. Jemaah yang hendak beribadah di Masjid Martir harus melewati pemeriksaan ketat dari personel keamanan bersenjata lengkap.
Langkah pengamanan ekstra ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan lintas perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. Baku tembak dan serangan udara dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan ratusan nyawa dari kedua belah pihak.
Kedua negara tetangga ini kini berada dalam posisi siaga tinggi setelah saling klaim serangan balasan di wilayah perbatasan




