Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik buat warga Bandung yang belum punya rumah. Pemerintah bakal membangun rumah susun (rusun) subsidi setinggi maksimal 20 lantai di kawasan Sadang Serang, Kota Bandung.
Rencana ini mengemuka saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wali Kota Bandung Farhan meninjau langsung lahan yang akan digunakan beberapa waktu lalu.
Dalam survei tersebut, pemerintah memastikan akan membangun satu tower rusun subsidi dengan kapasitas sekitar 1.208 unit hunian. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi hunian vertikal terjangkau di tengah makin terbatasnya lahan di Kota Bandung.
"Kota Bandung sudah lama tidak membangun rusun. Kami mengapresiasi Wali Kota Farhan yang bisa melakukan terobosan dengan mendorong pembangunan rusun subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ujar Maruarar dikutip dari website resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, ada tiga langkah strategis agar proyek ini tepat sasaran dan berkelanjutan. Pertama, penguatan regulasi. Kedua, pengecekan langsung kondisi lapangan dan ekosistem sekitar lokasi. Ketiga, pengaturan skema pembiayaan agar proyek tetap terjangkau.
Adapun rusun ini diperuntukkan khusus bagi warga yang memenuhi kriteria tertentu. Maruarar menegaskan, ada tiga syarat utama:
1. Belum memiliki rumah
2. Termasuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Bandung
3. Memiliki penghasilan
"Artinya, program ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan hunian pertama namun tetap memiliki kemampuan membayar cicilan," kata ia.
Sementara itu, Farhan memastikan proyek ini akan direalisasikan dalam bentuk rumah susun milik (rusunami). Ia menyebut lahan di Sadang Serang tersebut merupakan milik Pemerintah Kota Bandung sehingga mempercepat proses pembangunan.
Dari sisi pembiayaan, Pemkot Bandung berkomitmen memberikan subsidi bersama Pemerintah Provinsi. Dukungan fiskal dari daerah diharapkan membuat harga unit tetap terjangkau bagi MBR.
"Untuk pembiayaan, kami berkomitmen memberikan subsidi dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi. Semoga pembangunan rusun ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata ia.
Jika terealisasi sesuai rencana, proyek 1.208 unit ini bisa menjadi model penyediaan hunian vertikal subsidi di perkotaan padat. Di tengah harga tanah yang terus melonjak, rusun subsidi dinilai menjadi salah satu solusi realistis untuk menjawab backlog perumahan di Bandung.
(wur) Add as a preferred
source on Google




