Nenek di Guizhou, Tiongkok Menangis: Cucunya Berusia 13 Tahun Ditipu ke Kamp Penipuan

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang perempuan lansia di Guizhou mengunggah video di Douyin, sambil menangis mengadukan bahwa cucunya yang berusia 13 tahun telah ditipu dan dibawa ke Asia Tenggara. Namun, pihak platform justru membatasi penyebaran dan memblokir video tersebut dengan alasan “melindungi privasi pelaku perdagangan manusia”. Warganet pun menyindir, “Sekarang tahu kan siapa backing di balik kamp penipuan itu?”

EtIndonesia. Pada 25 Februari, video seorang nenek dari Liupanshui diunggah ke Douyin. Dalam video itu, ia menceritakan bahwa putranya telah meninggal dunia dan menantunya pergi, sehingga ia hidup berdua dengan cucunya.

Pada tahun 2023, saat cucunya masih duduk di kelas dua SMP, anak tersebut ditipu oleh seorang penipu dan dibawa ke kawasan penipuan di Asia Tenggara. Karena mencoba melarikan diri, ia mengalami penyiksaan. Sejak saat itu, tidak ada kabar apa pun—hingga kini sudah lebih dari dua tahun.

Tangkapan layar yang dibagikan warganet menunjukkan bahwa hanya karena sang nenek menampilkan foto dan nama pelaku penipuan, Douyin menilai video tersebut “melanggar aturan karena membocorkan privasi orang lain” dan menjatuhkan sanksi pembatasan jangkauan.

Pengunggah video mengajukan banding dengan alasan bahwa pelaku tersebut sudah masuk daftar buronan internasional dan melarikan diri ke kamp penipuan di Asia Tenggara—lalu privasi apa lagi yang perlu dilindungi? Namun banding itu ditolak dan sanksi tetap berlaku.

Warganet pun mengecam keras, dengan komentar seperti:
“Siapa sebenarnya bos di balik kamp penipuan itu?”
“Para pelaku penjualan organ dan ‘pemerintah’ ternyata satu kubu.”

Sebelumnya, seorang pria dari Jiangsu nyaris tewas saat melarikan diri dari kamp penipuan di Myanmar. 

Setelah kembali ke Tiongkok dan mengunggah video yang membongkar pelaku yang menipunya, videonya justru dihapus oleh Douyin setelah menerima laporan dari pihak pelaku.

Baru-baru ini juga, seorang gadis berusia 17 tahun dari Yancheng ditipu dan dibawa ke Kamboja. Keluarganya menerima telepon pemerasan dari kamp penipuan yang menuntut tebusan 50.000 dolar AS, dengan ancaman anak tersebut akan dijual ke tempat hiburan jika uang tidak dibayar.

(Editor penanggung jawab: Chen Zhenjin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Jayapura dan Sekitarnya Sabtu 28 Februari 2026 Beserta Doanya
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Siap-Siap, Bakal Ada SPHP Jagung Rp678 Miliar buat Jaga Harga Telur Ayam Jelang Lebaran
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Taliban Siapkan ‘Pasukan Bunuh Diri’ Setelah Bom Pakistan Menargetkan Kota-kota Afghanistan
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Jakarta Ramadan Festival Dimulai, Hadirkan Beragam Hiburan Religi hingga Pesta Diskon
• 20 jam laludisway.id
thumb
Viral di Suara Surabaya, Residivis Maling Helm di Minimarket Lakarsantri Akhirnya Diringkus Polisi
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.