EtIndonesia. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi mengatakan Iran melakukan aktivitas yang tidak jelas di fasilitas nuklir yang rusak, menurut Bloomberg.
Aktivitas di Lokasi yang Rusak
IAEA mengatakan pekerjaan telah terdeteksi di fasilitas pengayaan uranium yang sebelumnya terkena serangan AS dan Israel, dengan citra satelit mengkonfirmasi aktivitas di lapangan.
Dalam laporan yang dipresentasikan Jumat, inspektur mengatakan mereka tidak dapat menentukan sifat pekerjaan tersebut karena akses ke lokasi tersebut telah diblokir sejak konflik 12 hari.
Badan tersebut juga tidak dapat memverifikasi volume dan lokasi persediaan uranium yang mendekati tingkat senjata nuklir selama lebih dari delapan bulan.
Negosiasi dan Posisi
Kontak antara Washington dan Teheran diperkirakan akan dilanjutkan minggu depan.
“Hilangnya kontinuitas pengetahuan badan tersebut atas semua material nuklir yang sebelumnya dinyatakan di fasilitas yang terkena dampak di Iran perlu ditangani dengan sangat mendesak,” tulis Grossi dalam laporan terbatas 12 halaman yang dilihat oleh Bloomberg.
Para diplomat akan bertemu di Wina, di mana konsultasi teknis direncanakan di sela-sela pertemuan.
Konteks dan risiko diplomatik
Minggu lalu, kepala IAEA mengadakan pembicaraan di Jenewa dengan menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, tentang akses ke fasilitas tersebut, sementara Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan putaran ketiga konsultasi.
Dialog ini berlangsung di tengah pernyataan Presiden Donald Trump tentang kemungkinan skenario militer dan peningkatan kehadiran AS di Timur Tengah.
Teheran terus mengizinkan inspektur mengakses fasilitas yang tidak rusak, termasuk reaktor di Bushehr dan Teheran.
Laporan tersebut mencatat aktivitas kendaraan reguler di dekat lokasi penyimpanan uranium yang diperkaya dan pekerjaan tambahan di Natanz dan Fordo.
“Tanpa akses ke fasilitas ini, badan tersebut tidak dapat mengkonfirmasi sifat dan tujuan kegiatan tersebut,” tulis Grossi. “Badan tersebut tidak dapat memberikan informasi apa pun tentang ukuran, komposisi, atau keberadaan persediaan uranium yang diperkaya saat ini.”
Amerika Serikat telah mengindikasikan kesiapan untuk putaran pembicaraan selanjutnya di Jenewa Jumat depan jika Iran memberikan proposal terperinci dalam waktu 48 jam.
Laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa Iran dan Rusia menandatangani perjanjian rahasia senilai sekitar €500 juta yang mencakup pasokan sistem pertahanan udara portabel modern Verba. (yn)




