Grid.ID - Fajar SadBoy menandai karier di dunia musik religi setelah sebelumnya mulai aktif di dunia film. Digandeng Jenderal Dudung Abdurachman, Fajar Sadboy turut berkolaborasi lewat lagu berjudul Jangan Lupa Berdoa.
Berkecimpung di dunia musik religi merupakan sesuatu yang baru bagi Fajar SadBoy sehingga dia merasa gugup. Terlebih, ini merupakan ajakan dari Dudung Abdurachman, seorang Purnawirawan Jenderal sekaligus Mantan Kepala Staf Angkatan Darat.
“Jujur, deg-degan iya. Iya. Kayak merasa lebih ke... aduh aku nih cuman orang yang iya awalnya memang bener nyatanya emang aku dari kampung banget. Tiba-tiba datang ke Jakarta ketemu dengan Bapak Jenderal. Siapa sangka kan? Nggak ada yang pernah nyangka,” ujar Fajar SadBoy di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (28/2/2026).
Uniknya, saat menceritakan perasaannya, Fajar SadBoy justru merasa sedih. Rupanya, kata sedih yang dimaksud Fajar SadBoy sendiri menggambarkan perasaan terharu.
“Jadi grogi iya, sedih juga sempet ada di situ. Gak pernah nyangka gitu loh. Nah, pas deg-degan.. gugup, gugup,” lanjutnya.
Meskipun ini merupakan pengalaman baru bagi Fajar SadBoy, namun pemuda asal Gorontalo itu tak menemukan kendala yang berarti. Dia mengatakan selagi kesempatan menghampirinya maka akan dia pergunakan dengan baik.
“Aku nggak merasa nggak ada kendala karena aku cuman merasa Bapak yang punya kendali. Selagi masih bisa dijalani gaskan,” lanjutnya.
Sementara itu, Jenderal Dudung Abdurachman mengungkap alasan menggandeng Fajar SadBoy dalam lagu religi Jangan Lupa Berdoa ini. Tak hanya Fajar SadBoy, Dudung Abdurachman juga mengajak beberapa talenta lainnya yaitu Ucok Bongax dan Jibon.
“Ya kebetulan Fajar Sadboy saat ini ya kebetulan saja, dan beliau juga sedang aktif-aktifnya,” ujar Jenderal Dudung Abdurachman.
Lagu Mari Berdoa ini sendiri diciptakan langsung oleh Jenderal Dudung Abdurachman hanya dalam waktu satu jam. Lagu ini tercipta dari peristiwa bencana alam di Aceh, Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dan di Jawa Barat, dan beberapa bencana di tempat yang lain.
“Artinya kita mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah, semoga diberikan kekuatan, ketabahan di dalam menjalani kehidupan ini,” terang Jenderal Dudung Abdurachman.
“Doa jangan diibaratkan seperti obat, dibutuhkan pada saat kita sakit. Tapi doa itu harus diibaratkan sebagai oksigen, yang setiap saat akan membantu menghidupi kehidupan kita,” tutupnya.
Jenderal Dudung Abdurachman merupakan Perwira TNI yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat. Dudung Abdurachman juga sempat menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) periode 2020-2021.(*)
Artikel Asli




