Lebaran, Saat Bengkel Mobil Menuai Cuan

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Sri Mulyani mengernyitkan dahinya ketika sejumlah mobil datang dalam waktu hampir bersamaan dan mengantre untuk mendapatkan pelayanan di Bengkel 45 Variasi Mobil di Perempatan Kentungan, Sleman, DI Yogyakarta, walau hari masih pagi, Sabtu (28/2/2026). Karyawan bagian administrasi sekaligus kasir itu lalu segera meminta sejumlah teknisi untuk menata posisi parkir agar semua dapat tertampung dan dilayani dengan baik.

Sebagian dari konsumen yang datang ke bengkel variasi mobil itu adalah pelanggan lama. Selain meminta layanan pemasangan kaca film, sebagian di antaranya juga ingin kualitas audio di dalam mobil mereka diperbaiki.

Seperti bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan layanan di bengkel tersebut selalu meningkat menjelang hari raya Idul Fitri tiba. Sebagian pelanggan ingin mobil mereka tampil dan bekerja secara prima saat dipakai mudik agar nyaman saat dikendarai menempuh jarak jauh dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

”Jumlah konsumen mulai naik. Puncaknya biasanya H-10 Lebaran atau kalau THR sudah cair,” tutur Sri seraya tersenyum. Selain memperbaiki sistem audio, beberapa konsumen memilih memasang sejumlah lampu variasi pada bagian depan kendaraan mereka agar sorot cahayanya lebih terang dan tampil memukau saat ”dipamerkan” di daerah asal mereka.

Meningkatnya permintaan berkisar 10-30 persen juga dialami oleh sejumlah bengkel yang memiliki spesialisasi dalam hal perbaikan mesin. Bengkel SAG di Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, misalnya, mulai dipenuhi mobil konsumen yang mayoritas bermerek Nissan.

Sebagian dari pelanggan bengkel jujugan (tujuan) penggemar mobil Nissan jenis Xtrail tersebut bahkan sampai harus masuk  daftar tunggu. ”Pelanggan yang ke sini rata-rata meminta ganti oli mesin, filter-filter, tune up, sektor pendingin, dan AC,” kata Arreta (43), pemilik Bengkel SAG.

Setiap keluhan pelanggan ditangani satu per satu di bengkel itu. Tujuannya agar mereka dapat mudik dengan aman, nyaman, dan tidak mengalami kendala teknis apa pun selama perjalanan ke kampung halaman.

Persiapan mudik tidak hanya dilakukan oleh pengguna mobil yang berumur kurang dari dua dekade. Beberapa pemilik mobil klasik pun turut mempersiapkan kendaraan andalan mereka untuk tampil penuh gaya saat Lebaran tiba.

Bengkel Carpro Ban di bilangan Jalan Lingkar Selatan, Bantul, misalnya, juga tengah memperbaiki gardan belakang sebuah mobil sedan Mercedes tipe W115 keluaran tahun 1971. ”Mobil Mercy ini akan digunakan mudik oleh pemiliknya,” kata Satria Juniarso, salah satu pemilik Carpro Ban.

Mudik dengan mobil klasik sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan penggemar otomotif sejak beberapa tahun terakhir. Mereka biasanya mempersiapkan tunggangannya jauh-jauh hari agar tidak mengalami kendala di tengah perjalanan, terutama ketika menghadapi lalu lintas yang memiliki potensi macet lebih besar dibanding saat hari biasa.

Masa menjelang Lebaran adalah momen untuk menggenjot pemasukan bagi pelaku usaha bengkel. Hubungan saling menguntungkan terjadi antara bengkel dan konsumen. Sebab, para pengguna kendaraan dapat memastikan tunggangan mereka laik jalan ketika dipakai untuk berlebaran.

Baca JugaKala Kampung Pecinan Ketandan Membuka Diri  Selama Sepekan
Baca JugaMemburu Berkah Takjil Satu Rupiah
Baca JugaMereka yang Berbuka Puasa di Pinggir Jalan

    


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Penajam ajak warga selamatkan lingkungan dari pencemaran sampah
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Perundingan Nuklir AS-Iran Capai Kemajuan Substansial, Oman Sebut Peluang Kesepakatan Terbuka
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Ratusan Polantas amankan lalu lintas saat perayaan Imlek Nasional
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Sido Muncul (SIDO) Cetak Laba Bersih Rp1,22 Triliun pada 2025, Naik dari 2024
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.