Iran Mulai Balas AS-Israel, Ledakan Terdengar di Qatar-UEA-Arab Saudi

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026). Serangan balasan ini terjadi menyusul operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sasaran-sasaran di wilayah Iran pada hari yang sama.

Kantor berita Iran, Fars, menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah membidik titik-titik strategis yang menjadi markas militer AS di wilayah Teluk.

Target utama tersebut mencakup Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, serta Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan langsung.


Baca: Perang Arab Dimulai! AS Resmi Serang Iran-Ledakan Besar di Bahrain

Laporan dari kantor berita negara UEA mengonfirmasi bahwa setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi setelah otoritas keamanan setempat melakukan intersepsi terhadap beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran.

"Pemerintah UEA mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional. UEA menegaskan hak penuh mereka untuk menanggapi eskalasi yang membahayakan warga sipil tersebut," ujar Pemerintah UEA dikutip Al Jazeera

Di Dubai dan Abu Dhabi, dua kota utama UEA rentetan ledakan terdengar di tengah kepulan asap yang membubung ke langit. Akibat situasi keamanan yang memburuk, otoritas penerbangan UEA telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil sebagai langkah pencegahan.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga. Pemerintah mendesak seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi aman atau tempat perlindungan terdekat.

Baca: Perang Makin Membara! Iran Lancarkan Serangan Balik ke Israel

"Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi," tulis pernyataan kementerian tersebut sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Langkah serupa juga diambil oleh negara-negara tetangga seperti Qatar dan Kuwait guna menghindari potensi risiko lebih lanjut di jalur penerbangan komersial.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Semenanjung Arab. Kantor berita AFP melaporkan adanya suara ledakan keras yang terdengar hingga ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Situasi semakin memanas setelah AS secara resmi menyatakan serangan ke Iran. Pesawat tempur jarak jauh dan rudal presisi milik AS dilaporkan telah menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis milik IRGC di daratan Iran.  Sejumlah ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa kota utama Iran, termasuk pinggiran Teheran. 

Presiden AS Donald Trump secara khusus memberikan peringatan kepada IRGC pasukan elite yang berada di bawah komando langsung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta seluruh jajaran angkatan bersenjata dan kepolisian Iran.

Baca: Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS

"Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau jika tidak, hadapi kematian yang pasti," tegas Trump dalam pidatonya.

Selain ancaman terhadap militer, Trump juga menyampaikan pesan langsung kepada warga sipil Iran. Ia mendesak masyarakat untuk segera mencari perlindungan menyusul peringatan akan adanya pengeboman intensif di berbagai wilayah strategis. Namun, di saat yang sama, ia menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Republik Islam yang telah berkuasa sejak revolusi tahun 1979.

"Jam kebebasan Anda sudah dekat," kata Trump. "Setelah operasi kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Pemerintahan itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan bagi Anda selama beberapa generasi ke depan."


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Uni Emirat Arab Serukan Negosiasi Langsung As-Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendag Sebut Harga Referensi Biji Kakao Maret 2026 Anjlok 29,21 Persen akibat Penurunan Permintaan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Cara Menolak dengan Halus
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ditjen Bea Cukai Dukung Penerapan Penyidikan Kepabeanan di KUHAP Baru
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan Keuangan Shio Besok, 1 Maret 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Usia 40 Tahun, Dinda Kanya Dewi Fokus Jaga Massa Otot demi Tetap Produktif
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.