Strategi Pengembangan Mineral Kritis, Apa Peran MIND ID?

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah terus menyusun strategi mendorong pengelolaan dan hilirisasi mineral kritis sebagai langkah strategis untuk memastikan swasembada energi nasional. 

Di sela Sarasehan dan Sosialisasi KEN kolaborasi DEN dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) di Jakarta, Jumat (27/2/2026), para pemangku kepentingan sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor bisnis menjadi keniscayaan dalam mengelola sumber daya yang dinilai krusial bagi masa depan industri dalam negeri. 

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, M. Fauzan Adziman menegaskan bahwa peran pemerintah sangat strategis dalam eksplorasi mineral kritis. 

Adapun untuk mengembangkan komoditas ini, pemerintah sebelumnya telah membentuk Badan Industri Mineral (BIM) dan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN), Perminas. 

"Jadi memang kedua ya, unsur pemerintah dan bisnis ini memang nggak bisa terpisahkan. Oleh karena itu kan Pak Presiden [Prabowo Subianto] mendorong mineral kritis melalui BIM, Kemudian juga untuk sisi bisnis, dibuat juga Perminas. Ini masih dalam proses tentunya, dan juga bekerja sama ya dengan Kementerian ESDM," ujar Fauzan.

Menurutnya, desain pengelolaan mineral kritis sedang dibangun secara hati-hati karena menyangkut keamanan dan ketahanan nasional. Terkait BUMN mana yang punya tanggung jawab utama mengelola mineral kritis, Fauzan mengaku pemerintah masih menyusun strategi ke depan. 

Baca Juga

  • MIND ID Perkuat Peran Hubungan Masyarakat, Dukung Program Hilirisasi Nasional
  • Istana Ungkap Alasan Dibentuknya BUMN Tambang Baru Perminas Meski Ada MIND ID
  • MIND ID-Agrinas Diberi Mandat Ambil Alih Konsesi 28 Perusahaan Perusak Lingkungan

"Khusus untuk yang mineral kritis, ini desainnya sedang dibangun secara hati-hati, karena memang tadi ya banyak terkait keamanan, ketahanan nasional," tambahnya.

Fauzan juga menyoroti nilai tambah yang sangat tinggi dari pengelolaan mineral kritis, namun tantangannya terletak pada penguasaan sains dan teknologi. 

Menyoal pengembangan mineral kritis, Fauzan berharap holding pertambangan nasional, MIND ID, mengambil peran sentral dalam mengamankan bisnis bernilai tinggi dari hilirisasi mineral kritis, seperti untuk baterai EV dan semikonduktor. 

"Kita melihat kan perkembangan EV itu non-linear. Jadi kemarin baru beberapa ini 10%, sekarang sudah mendekati mau 15% adopsi. Di lain pihak, kami juga kemarin membantu untuk mengembangkan supaya semikonduktor untuk EV itu dibuat di kita juga. Nah kalau baterainya itu sudah dibuat oleh kita juga, itu sebetulnya menjadi satu integrator yang sangat kunci," paparnya.

Di sisi lain, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menekankan bahwa penguasaan teknologi pengelolaan menjadi kunci utama, terutama untuk mengolah mineral ikutan yang selama ini terbuang sebagai limbah (waste). Menurutnya, hal ini secara alami masuk dalam skop pekerjaan MIND ID.

"Sampah ya sampah, kita nggak bisa memanfaatkannya. Nah kalau kita punya teknologinya, ternyata di dalam sampah itu masih mengandung beberapa mineral ikutan gitu. Nah itu kan ada di dalam skop pekerjaan daripada MIND ID," katanya.

Anggota DEN lainnya, Sripeni Inten, juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menarik investor baru, tetapi juga menjaga investor lama yang sudah ada dan berkontribusi. Ia menyayangkan jika investor lama justru mati karena kebijakan yang tidak berpihak.

"Tapi tolong dong jaga dong yang investor lama. Jaga dong yang sudah hidup, jangan sampai mati. Itu yang justru menunjukkan gini, orang akan masuk jadi mikir," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DEN Sosialisasikan PP 40/2025 ke MIND ID, Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Energi
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Koh Erwin Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima Kota Ternyata Residivis!
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Acosta Menang Sprint di MotoGP Thailand Setelah Penalti Marquez
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Kaltim, Wamendagri Minta Dikaji Ulang
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Warga Cilacap Tewas Akibat Diserbu Lebah di Atap Rumah | BU
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.