Imbas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2), sejumlah maskapai penerbangan global menutup rute penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Reuters melansir bahwa peta penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran hampir kosong setelah Israel-AS menyatakan telah menyerang Iran.
Israel, Iran, Irak, dan Yordania segera menutup wilayah udara mereka menyusul serangan tersebut. Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat-pesawat komersial kini menghindari area konflik demi keamanan.
Di lapangan, sejumlah penerbangan Qatar Airways yang berangkat pada Sabtu pagi sempat berputar-putar di atas Kuwait atau Arab Saudi sebelum akhirnya kembali ke wilayah udara Qatar dan berputar di lepas pantai Doha.
Berikut daftar maskapai yang menangguhkan penerbangan ke wilayah Timur Tengah:
• Rusia: Kementerian Transportasi Rusia menyatakan maskapai penerbangan mereka telah menangguhkan penerbangan ke Iran dan Israel.
• Lufthansa (Jerman): Menangguhkan penerbangan dari dan ke Dubai pada Sabtu dan Minggu, serta menghentikan sementara rute Tel Aviv, Beirut, dan Oman hingga 7 Maret.
• Air France: Membatalkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv serta Beirut.
• Iberia: Membatalkan penerbangan ke Tel Aviv.
• Wizz Air: Menangguhkan penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 7 Maret.
• Kuwait & Oman: Otoritas penerbangan Kuwait menghentikan semua penerbangan ke Iran, sementara Oman Air menangguhkan semua penerbangan ke Baghdad.
• Uni Emirat Arab: Menutup wilayah udara sementara sebagai langkah pencegahan.
“Karena penutupan sementara beberapa wilayah udara di kawasan tersebut pada 28 Februari, beberapa penerbangan flydubai terdampak,” ujar juru bicara maskapai asal Emirat, dilansir Reuters.





