Komposer dan pianis asal Indonesia, Eunike Tanzil, dipercaya menjadi komposer untuk ringtone terbaru Samsung Galaxy S26, Over the Horizon edisi 2026.
Dalam aransemennya, Eunike memasukkan unsur angklung yang berpadu dengan musik orkestra, menciptakan harmoni megah dengan warna bunyi yang khas. Karya tersebut direkam dan dimainkan oleh Royal Philharmonic Orchestra di Abbey Road Studios.
Melalui unggahannya di Instagram, ia mengungkap bahwa angklung memiliki makna personal dalam perjalanan musiknya. Semasa SMA, ia kerap memainkan alat musik bambu tersebut, sehingga menghadirkan instrumen tradisional dalam komposisi untuk proyek global ini menjadi momen yang istimewa.
Mengenal Eunike TanzilBagi sebagian orang, nama Eunike Tanzil mungkin belum terdengar familiar. Namun di industri musik, kiprahnya kian diperhitungkan. Eunike lahir di Medan, Sumatera Utara pada 1998, dalam lingkungan yang mendukung ketertarikannya pada musik sejak usia dini.
Ia mulai belajar piano pada usia lima tahun dan sempat mengira akan menjadi pianis profesional. Namun, ketertarikannya justru berkembang pada proses improvisasi dan penciptaan musik. Beranjak remaja, ia mulai menyadari bahwa menulis dan mengembangkan ide musikal memberinya ruang eksplorasi yang lebih luas dibanding sekadar memainkan repertoar.
Ketertarikan tersebut semakin kuat setelah ia mengenal karya-karya komposer film legendaris John Williams. Musik yang memiliki alur cerita dan daya visual membuatnya jatuh cinta pada dunia scoring.
Menempuh Pendidikan Musik di Amerika SerikatPada 2016, Eunike hijrah ke Amerika Serikat untuk mengejar cita-cita menjadi komposer film. Ia diterima di Berklee College of Music, Boston, dengan jurusan film scoring. Kampus ini dikenal melahirkan banyak musisi dan komposer ternama dunia.
Di Berklee, Eunike mendalami teknik komposisi, teknologi produksi musik, hingga praktik rekaman profesional. Setelah lulus pada 2020, ia sempat bekerja di Los Angeles sebagai asisten komposer Jeff Danna, terlibat dalam proses produksi musik untuk berbagai proyek film, termasuk animasi The Addams Family 2.
Merasa ingin mengembangkan skill musikalnya lebih jauh, Eunike melanjutkan studi magister di The Juilliard School, New York, dengan beasiswa penuh. Di sana, ia berfokus pada teori dan komposisi musik, serta makin mendalami musik klasik.
Berkarya di Film dan Industri HiburanLulus magister pada 2023, Eunike kembali ke Los Angeles untuk meniti karier profesional. Namun, saat itu industri film Hollywood tengah melambat akibat aksi mogok serikat penulis dan aktor, sehingga banyak proyek tertunda.
Di tengah situasi tersebut, ia justru memanfaatkan waktu luang untuk bereksperimen melalui media sosial, salah satunya lewat seri Hum Me a Melody. Lewat konten itu ia mengembangkan senandung spontan menjadi aransemen orkestra.
Kolaborasi Internasional Bersama LaufeyNama Eunike semakin mendapat sorotan ketika ia berkolaborasi dengan penyanyi jazz Islandia, Laufey, dalam lagu “Only Mine”. Lagu tersebut merupakan bagian dari kampanye “Turn the Dial” yang diinisiasi oleh Bose bersama Porsche.
Kampanye ini lahir dari riset University of Southern California yang menunjukkan ketimpangan gender di industri musik. Dalam satu dekade terakhir, hanya sekitar 2,8 persen lagu di tangga lagu populer yang diproduseri oleh perempuan. Kolaborasi Eunike dan Laufey menjadi simbol dorongan terhadap representasi perempuan dalam produksi musik.
Pertemuan keduanya sebenarnya bukan hal baru. Mereka pernah berada dalam lingkungan akademik yang sama di Berklee, sebelum akhirnya kembali dipertemukan dalam proyek profesional. Menariknya, lagu “Only Mine” dikerjakan dalam waktu singkat—sekitar tiga jam sesi kreatif di studio—menunjukkan kedekatan visi musikal keduanya yang sama-sama berlatar pendidikan klasik.
Selain bersama Laufey, ia juga telah berkolaborasi dengan Ray Chen, TwoSet Violin, dan Arturo Sandoval. Dalam beberapa tahun terakhir, Eunike juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi industri film, dengan menyumbangkan keahlian musiknya untuk proyek-proyek seperti I Wanna Dance With Somebody, dan Abominable and the Invisible City.
Prestasi terbarunya termasuk menggarap musik untuk film komedi romantis Amerika, Asian Persuasion, yang diputar perdana di Festival Film Internasional SOHO pada 2023 lalu. Ia juga telah terpilih untuk NBC Universal Composers Initiative (2024–2026).
Musik Eunike juga telah dibawakan oleh orkestra-orkestra ternama seperti Boston Symphony Orchestra, San Francisco Symphony Orchestra, Indianapolis Symphony Orchestra, Royal Philharmonic Orchestra, Detroit Symphony Orchestra, Louisville Orchestra, Jakarta Simfonia Orchestra, Royal Bangkok Symphony Orchestra, Nashville Symphony, dan National Symphony Orchestra di Kennedy Center.
Pada tahun 2025, karya orkestra terbarunya, Ode to the City of Dreams, dipremierkan oleh Los Angeles Philharmonic di Hollywood Bowl yang bergengsi. Tak cuma itu, di bawah kontrak eksklusif dengan Deutsche Grammophon, Eunike merilis album debutnya, yang direkam secara langsung bersama Deutsches Symphonie-Orchester Berlin tahun lalu.





