JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengatakan kesehatan mental harus menjadi agenda strategis nasional menyusul meningkatnya berbagai peristiwa tragis, termasuk kasus bunuh diri pada anak dan remaja.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi bangsa untuk memperkuat ketahanan psikososial masyarakat secara menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik bertema penguatan ketahanan psikososial di Universitas Indonesia, Kampus Salemba," ujar Cak Imin, Jakarta, Jumat 27 Februari 2026.
BACA JUGA:54 Perwira Polri Dirotasi, Disebut Pembinaan Karier dan Penyegaran
Cak Imin, juga menyoroti persoalan kesehatan mental tidak bisa lagi dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Angka tersebut menunjukkan kompleksitas persoalan yang dipengaruhi kemiskinan struktural, tekanan sosial-ekonomi, lemahnya kohesi sosial, serta minimnya dukungan psikososial di tingkat komunitas.
Cak Imin menyebut fenomena itu sebagai “gunung es” yang berpotensi membesar jika tidak segera ditangani secara sistemik.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong pendekatan hulu-hilir, mulai dari pencegahan, edukasi literasi kesehatan jiwa, hingga penguatan layanan rehabilitasi.
BACA JUGA:BI Siapkan Strategi Baru Pantau Modal Asing per Maret 2026
Ia menekankan pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui program ekonomi. Kesejahteraan psikologis, rasa aman, dan dukungan sosial menjadi fondasi penting agar masyarakat lebih tangguh, kreatif, dan produktif. Tanpa ketahanan mental, pembangunan dinilai sulit berkelanjutan.
Sementara itu, pemerintah juga memperluas akses layanan kesehatan jiwa melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional agar masyarakat mendapatkan pendampingan profesional secara lebih mudah dan terjangkau.
Kolaborasi dengan akademisi, komunitas, serta organisasi masyarakat sipil pun terus diperkuat.
“Tidak boleh ada warga yang merasa sendirian menghadapi beban psikologis. Kita harus saling menopang sebagai satu keluarga besar bangsa,” tegasnya.
Dengan sinergi kebijakan, anggaran, dan partisipasi publik, pemerintah berharap ketahanan psikososial dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.





