Kepala HAM PBB Volker Turk Desak Negara Perkuat Akuntabilitas atas Kejahatan terhadap Perempuan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala HAM PBB Volker Turk mendesak pemerintah di seluruh dunia memperkuat akuntabilitas atas kejahatan terhadap perempuan dalam pidatonya di hadapan UN Human Rights Council di Jenewa pada Jumat 28 Februari.

Dalam pernyataannya, Turk mendorong negara-negara untuk menyelidiki sepenuhnya tuduhan pelecehan, melindungi korban, serta memastikan sistem peradilan yang independen dan tidak memihak guna mengakhiri impunitas terhadap pelaku kekerasan berbasis gender.

Ia memperingatkan struktur kekuasaan yang mengakar masih melindungi para pelaku dengan menyinggung skandal Jeffrey Epstein sebagai contoh serta mengaitkannya dengan dengar pendapat di Kongres Amerika Serikat yang meneliti jaringan di sekitar pelaku kejahatan seksual yang telah divonis dan kini telah meninggal dunia tersebut.

Turk menyatakan, “Apakah ada yang berpikir tidak banyak pria lain seperti Dominique Pellicot atau Jeffrey Epstein?”

Menurut Turk, kasus-kasus menonjol mengungkap kegagalan sistemik yang lebih luas dan bukan sekadar pelanggaran terpisah dalam sistem sosial dan hukum.

Ia merujuk pada kasus Gisele Pellicot, perempuan Prancis yang dibius oleh suaminya dan diperkosa oleh puluhan pria selama periode sembilan tahun sebagai gambaran nyata kekerasan yang terorganisir dan berulang.

Turk mengatakan kekerasan terus berlanjut karena “pelecehan mengerikan semacam itu dimungkinkan oleh sistem sosial yang membungkam perempuan dan anak perempuan serta melindungi pria-pria berkuasa dari pertanggungjawaban.”

Data PBB yang dikutipnya menunjukkan 50.000 perempuan dan anak perempuan terbunuh di seluruh dunia pada 2024 yang sebagian besar dilakukan oleh anggota keluarga sehingga kekerasan terhadap perempuan termasuk femisida disebut sebagai keadaan darurat global.

Turk juga memperingatkan bahwa serangan terhadap perempuan khususnya secara daring semakin meningkat seiring meningkatnya permusuhan terhadap pemimpin perempuan di berbagai negara.

Ia mengatakan, “setiap politisi perempuan yang saya temui mengatakan mereka menghadapi misogini dan kebencian daring secara terus-menerus.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Uji DNA Selidiki Kaitan Potongan Tubuh dan Penculikan WN Ukraina di Bali
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sokong Program Makan Bergizi Gratis, Omzet UMKM Ikan Gabus di Prabumulih Melejit
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota DPR desak BRIN atasi krisis air bersih di Padasari Tegal
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Mutasi Polri: Kapolres Sleman yang Tetapkan Suami Korban Jambret Sebagai Tersangka Ditarik ke Divisi Hukum Polri
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Semifinal German Open 2026: Tiwi/Fadia Sudah Antisipasi Pola Permainan Calon Lawan
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.