TEHERAN, KOMPAS.TV - Serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan lima siswi di sebuah sekolah perempuan. Mereka merupakan korban jiwa pertama yang dikonfirmasi di Iran dalam operasi tersebut.
Menurut kantor berita pemerintah Iran IRNA, serangan yang menimbulkan korban jiwa itu terjadi di kota Minab, Iran bagian selatan, tempat pangkalan Garda Revolusi paramiliter Iran.
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dan Presiden Donald Trump menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil kendali atas takdir mereka dan bangkit melawan kepemimpinan Republik Islam Iran yang telah memerintah negara itu sejak 1979.
Beberapa serangan pertama diduga mengenai daerah-daerah di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan media Iran melaporkan serangan di seluruh negeri, dan asap terlihat mengepul dari ibu kota.
Baca Juga: Trump Ultimatum Militer Iran Segera Letakkan Senjata: Jika Tidak, Kalian Hadapi Kematian!
“Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi,” kata Trump dalam sebuah video yang mengumumkan operasi tempur besar-besaran yang sedang berlangsung.
“Selama bertahun-tahun, Anda telah meminta bantuan Amerika, tetapi Anda tidak pernah mendapatkannya,” ujar Trump seperti dikutip dari The Associated Press.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggemakan tujuan besar itu. “Operasi gabungan kami akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri,” kata Netanyahu.
Serangan-serangan tersebut membuka babak baru yang mengejutkan dalam intervensi AS di Iran dan menandai kali kedua dalam delapan bulan pemerintahan Trump untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Republik Islam tersebut.
Serangan itu terjadi setelah ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir ketika kapal perang Amerika bergerak ke wilayah tersebut, dan Trump mengatakan ia menginginkan kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran pada saat negara itu sedang berjuang di dalam negeri dengan meningkatnya perbedaan pendapat menyusul protes nasional.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- serangan AS ke Iran
- lima korban jiwa
- lima siswi tewas
- korban pertama serangan ke Iran





