Di tengah bulan Ramadhan, festival ”Jappa Jokka” Cap Go Meh berlangsung meriah di Makassar, Sulawesi Selatan. Perayaan seusai tahun baru China ini berpadu dengan kemeriahan umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Keberagaman menjadi melebur dalam festival tersebut.
Ribuan orang memadati Jalan Sulawesi, Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026). Festival Jappa Jokka Cap Go Meh di tahun Kuda Api mulai berlangsung. Jalan sepanjang sekitar 1 kilometer ditutup penuh.
Kirab dari berbagai komunitas dan penampil kemudian membelah jalan. Mereka terdiri dari lintas komunitas dan penampilan. Dari barongsai hingga sepeda tua. Dari komunitas Tionghoa hingga penampil budaya.
Penampil pepe-pepekka ri makka menampilkan atraksi membakar diri dalam Festival Jappa Jokka Cap Go Meh di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/2/2026).
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama M. Adib Abdushomad, mencoba atraksi tarian pepe-pepekka ri makka, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/2/2026).
Seorang penampil Tang Tsing Tu’a Tu’a Minahasa membuat penonton berdecak kagum dalam helatan festival Jappa Jokka Cap Go Meh di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/2/2026).
Penampil pepe-pepekka ri makka, misalnya, membuat pengunjung berdecak kagum. Penampil dengan pakaian adat Makassar, lalu menyapukan obor yang berkobar ke seluruh tubuh. Ajaib, tidak sehelai benang pun terbakar. Pengunjung makin histeris kala penampil menyemburkan api.
Barongsai yang meliuk dan beratraksi tentunya menjadi menu utama. Anak-anak hingga orang dewasa berebutan memberi angpau. Kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Berbagai latar belakang, suku, dan agama membaur menjadi satu.
Malinda (29), salah seorang pengunjung, sengaja datang untuk mengikuti festival Cap Go Meh kali ini. Bersama rekannya, ia datang dari kediaman sekitar 7 kilometer dengan mengendarai sepeda motor.
”Dapat info ada Jappa Jokka Cap Go Meh. Saat berpuasa seperti sekarang, bisa sekalian ngabuburit dan melihat penampilan yang ada. Utamanya barongsai sama ada tabligh akbar,” tuturnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menuturkan, ia pribadi sangat bersyukur perayaan Cap Go Meh tahun ini berbarengan dengan bulan Ramadhan. Di mana saat sebagian besar orang berpuasa, sebagian yang lain merayakan Cap Go Meh. Semua ini tumbuh tanpa sekat dan berjalan beriringan.
Hal ini juga membuktikan, Makassar tumbuh menjadi kota yang berkembang tanpa melihat sekat agama, ras, suku, dan latar belakang. Semuanya dibangun atas dasar persaudaraan.
”Tahun lalu, kami mendapatkan Harmoni Award atas keberagaman, dan tahun ini kami akan meluncurkan kelurahan sadar toleransi, sebagai wujud membangun makassar tanpa sekat,” tuturnya.
Ketua Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Suzanna menyampaikan, festival ini merupakan komitmen umat Buddha dalam merawat keberagaman dan kebersamaan di Kota Makassar. Setiap tahun, konsep kegiatan selalu disesuaikan dengan dinamika sosial tanpa meninggalkan nilai utama persaudaraan.
”Jappa Jokka Cap Go Meh adalah ruang kebersamaan, di mana nilai budaya, sosial, dan keagamaan dapat berjalan beriringan dan dinikmati seluruh masyarakat. Terlebih sekarang bertepatan dengan Ramadhan, jadi kian guyub,” ujarnya.





