Warga Huntara Ulee Rubek Utara Ingin Bangkit Pascabencana

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Aceh 

Warga hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Utara mulai menata harapan setelah terdampak bencana pada akhir November 2025. Setelah mendapatkan tempat tinggal sementara, sebagian warga yang sebelumnya memiliki usaha mandiri ingin segera memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

Harapan itu disampaikan salah satu warga terdampak dari Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Ia berharap ada dukungan pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi agar bisa kembali berusaha.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan bahwa dukungan pemerintah dilakukan secara bertahap.

Pada fase awal, pemerintah memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, terutama hunian dan kebutuhan penyintas. BNPB berharap warga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian dan dapat berpindah ke huntara, baik yang dibangun secara mandiri maupun terpusat.

“Itu semuanya bertahap ya, bertahap. Karena ini masih transisi darurat. Transisi darurat oleh Pak Bupati ditetapkan 90 hari,” ujar Suharyanto saat berdialog dengan warga huntara, Sabtu, 18 Februari 2026.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih berada dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Untuk dukungan pemberdayaan ekonomi, pemerintah akan memasukkannya dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Perencanaan untuk Aceh Utara telah dituangkan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) dengan usulan alokasi anggaran sebesar Rp27 triliun.

Menurut Suharyanto, rencana tersebut terus dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.

“Target rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dalam tiga tahun. Sudah terurai dari 2026 apa yang akan dikerjakan, lalu 2027 dan 2028, termasuk anggarannya,” tutur Suharyanto.

Ia menegaskan langkah pemerintah saat ini sudah masuk tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan secara bertahap.

Di Kecamatan Seunuddon, sebanyak 264 unit huntara telah rampung dari total target 333 unit. Salah satu lokasi yang dikunjungi Kepala BNPB berada di Desa Ulee Rubek Timur.

Dalam kunjungan tersebut, BNPB kembali menyalurkan bantuan pendukung berupa bahan pokok dan peralatan rumah tangga. Bantuan lanjutan seperti perabotan dan jaminan hidup akan disalurkan kementerian terkait pada tahap berikutnya.

Bagi warga, kepastian hunian menjadi langkah awal untuk kembali berdiri. Harapan berikutnya adalah kesempatan membangun kembali sumber penghidupan yang sempat terhenti akibat bencana.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat! Mulai Hari Ini Pelaporan SPT Tahunan Dibuka hingga Akhir Maret 2026
• 18 jam laludisway.id
thumb
Mantan Pacar Virgoun Duga Lindi Hamil Duluan, Kakak: Aku Gak Mau Kasih Panggung
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
IRGC umumkan operasi militer terbesar usai syahidnya Khamenei
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kakak Virgoun sebut Lindi Fitriyana sebagai Sosok Istri Idaman dan Penurut
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Survei TBRC Sebut 89,7% Responden Mendukung Program MBG
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.