Timur Tengah Memanas, Nasib 58 Ribu Jemaah Umrah RI Dipantau Ketat, Kemenhaj: Jangan Panik

disway.id
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID- Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor penerbangan.

Sejumlah maskapai dari dan menuju Arab Saudi terpaksa melakukan perubahan rute hingga penundaan jadwal secara mendadak.

Kondisi ini praktis membuat jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia ikut berfluktuasi.

BACA JUGA:Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Minta PPIU Patuh Paket Resmi

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memantau ketat perkembangan dan kondisi para jamaah umrah di Arab Saudi.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat ada 58.873 jemaah Indonesia yang masih berada di Tanah Suci.

Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan terpantau.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, mengimbau para jemaah maupun keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang.

Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.

BACA JUGA:Utamakan Kenyamanan dan Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Lantik 162 Pejabat Pelayanan Haji

"Kami minta seluruh jemaah tidak panik. Tetap tenang dan terus jalin komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi," ujar Puji di Jakarta, Sabtu (28/2).

Puji juga menginstruksikan kepada seluruh biro perjalanan umrah (PPIU) agar aktif melapor ke Kantor Urusan Haji (KUH) terkait setiap kendala di lapangan.

Hal ini penting agar penyesuaian kebijakan, terutama soal jadwal penerbangan yang terdampak rute konflik, bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"Negara hadir untuk memberikan perlindungan maksimal. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami," tegasnya.

Kemenhaj juga meminta keluarga jemaah di Indonesia untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu merujuk pada saluran resmi PPIU atau kementerian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan besar-besaran AS ke Iran picu banyak pertanyaan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Taksi Listrik Tabrak 3 Kendaraan di Jakpus, Begini Ending-nya
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Tarif Listrik Periode Maret 2026 Tetap Gak Berubah
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lampion Meriahkan Wihara Hian Tian Siang Tie saat Cap Go Meh
• 4 jam laludetik.com
thumb
BMH Ajak Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Sendiri
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.