Jhonlin Group Keruk Muara Sungai di Aceh Tamiang, Percepat Pemulihan Ekonomi Nelayan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Aceh Tamiang: Tim relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group melakukan pengerukan Muara Sungai Kuala Peunaga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Upaya yang diinisiasi Jhonlin Group ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk memulihkan aktivitas nelayan di Aceh Tamiang. Pengerjaan dredging (pengerukan) sepanjang 5 kilometer ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun.
 
Manager Operasional PT Dua Samudra Perkasa, Aris Setiawan, menjelaskan pengerukan dilakukan secara bertahap dengan prioritas mengembalikan fungsi alur pelayaran nelayan.
 
“Pengerjaan dredging sepanjang 5 kilometer. Estimasi pengerjaan kurang lebih 1 tahun atau 1,5 tahun. Kita usahakan secepat mungkin supaya alur ini bisa bermanfaat bagi para nelayan, khususnya nelayan Tamiang saat melaut, sehingga hasil tangkapan bisa dibawa sesuai waktunya dan kualitas ikan tetap terjaga,” kata Aris.
 

Baca Juga :

Pascabanjir Sumatra, Jhonlin Group Normalisasi Muara Sungai di Aceh Tamiang
 
Pendangkalan muara yang terjadi akibat banjir sebelumnya telah memicu gangguan serius terhadap rantai ekonomi pesisir. Banyak kapal nelayan tidak dapat melintas karena kedalaman yang tidak memadai, sehingga aktivitas penangkapan ikan menurun drastis.
 
Melalui pengerukan ini, alur muara akan dinormalisasi dengan target kedalaman 6 meter dan lebar 70 meter. Standar ini dinilai cukup untuk memastikan kapal nelayan dapat beroperasi secara optimal tanpa bergantung pada kondisi pasang surut.
 
Selain berdampak langsung terhadap produktivitas nelayan, proyek dredging juga memiliki manfaat strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir. Normalisasi alur air akan membantu menjaga stabilitas ekosistem muara, serta mengurangi risiko sedimentasi berulang yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
 

Baca Juga :

Solidarity for Humanity Jhonlin Group Buka Akses Desa Terparah Terdampak Bencana Sumatra 2025
 
Pemulihan infrastruktur perairan ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi pesisir Aceh Tamiang. Dengan akses laut yang kembali normal, nelayan dapat meningkatkan frekuensi melaut, mempercepat distribusi hasil tangkapan, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
 
Kehadiran proyek ini juga menjadi contoh konkret kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dengan progres pengerjaan yang ditargetkan selesai maksimal 1,5 tahun, masyarakat pesisir kini memiliki harapan baru untuk kembali bangkit dan menggerakkan roda ekonomi secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buntut Serangan AS ke Iran, Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
VKTR Derita Rugi Bersih meski Penjualan Neto Naik jadi Rp1,09 Triliun di 2025
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Kapal Bocor Diterjang Cuaca Buruk, Nelayan Lansia Hilang di Laut Sulawesi
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
China catat kualitas udara terbaik sepanjang sejarah pada 2025
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Trump: Kami Bela Rakyat AS dari Ancaman Iran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.