Sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ke Timur Tengah dibatalkan imbas adanya serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran, Sabtu (28/2).
Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, mengungkapkan secara umum operasional penerbangan di Bandara Soetta, khususnya untuk rute internasional, hingga saat ini tetap berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
Fahmi memastikan manajeman bersama seluruh pemangku kepentingan terus memastikan seluruh aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga.
"Sehubungan dengan adanya penutupan wilayah udara (airspace closed) di sejumlah wilayah Timur Tengah, terdapat beberapa penerbangan rute Timur Tengah yang mengalami pembatalan keberangkatan," kata Fahmi melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/2).
Penerbangan yang terdampak antara lain yaitu Etihad Airways (EY472 tujuan Abu Dhabi), Qatar Airways (QR954 tujuan Doha), Qatar Airways (QR957 tujuan Doha), Emirates (EK357 tujuan Dubai), Etihad Airways (EY475 tujuan Abu Dhabi), Garuda Indonesia (GA900 tujuan Doha), serta Etihad Airways (EY473 tujuan Abu Dhabi).
"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha–Jakarta berstatus cancel," ungkap Fahmi.
Penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan. Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif.
Fahmi mengimbau para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait, guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan," ujar Fahmi.
"Sejalan dengan hal tersebut, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat," tutur Fahmi.
Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai BaliCommunication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengungkapkan hingga Sabtu (28/2) pukul 21.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan, yakni: Etihad EY477 rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH) Postponed, Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) Canceled, Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) Canceled, dan Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) Canceled.
"Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal," terang Gede Eka.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," ungkap Gede Eka.
"Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi," tambahnya.





