jpnn.com, JAKARTA - Lembaga think tank GREAT Institute menyatakan dukungan penuh atas langkah progresif Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Langkah ini dinilai sebagai upaya krusial guna mencegah kehancuran global yang lebih dalam.
BACA JUGA: Iran Digempur AS-Israel, Dubes Rolliansyah Soemirat Ungkap Kondisi Terkini 329 WNI di Tehran
"Pembicaraan damai harus terus dilakukan dengan metode dan pendekatan baru, salah satunya melibatkan Indonesia," kata Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, Sabtu (28/2).
Di menyebutkan, kesediaan Presiden Prabowo untuk memfasilitasi dialog disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri melalui akun media sosial X (@Kemlu_RI).
BACA JUGA: TB Hasanuddin Sebut Konflik IsraelâIran Ancam Stabilitas Kawasan
"Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog... dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis pernyataan resmi tersebut, Sabtu (28/2).
Seperti diketahui, situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan mendadak ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran dan Isfahan, pada Sabtu pagi.
BACA JUGA: Kedubes Iran di Jakarta Dorong Pemerintah & Rakyat Indonesia Kecam AS-Zionis Israel
Serangan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas sensitif seperti kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei, hingga menghancurkan sebuah asrama putri di Isfahan yang menewaskan puluhan siswi.
Ironinya, agresi ini terjadi saat putaran ketiga pembicaraan damai antara AS dan Iran sedang berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, dengan merujuk pada hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
Teguh Santosa, menyayangkan rusaknya momentum perdamaian akibat tindakan militer sepihak. Menurutnya, keterlibatan Indonesia sebagai mediator dapat menjadi titik balik bagi stabilitas kawasan.
"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia," ujar Teguh.
Dia menilai serangan balasan Iran merupakan upaya untuk "menyamakan kedudukan" secara legal di mata hukum internasional.
Dia berharap setelah posisi ini tercapai, kedua belah pihak bersedia menahan diri dan kembali ke meja perundingan. (esy/jpnn)
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad




