Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pejabat Israel mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan udara pada Sabtu pagi (28/2/2026).
  • Serangan menargetkan kompleks kediaman Khamenei di Teheran; Iran awalnya meredam isu namun gagal merilis rekaman suara yang dijanjikan.
  • Meskipun Netanyahu mengisyaratkan keberhasilan operasi, klaim kematian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Teheran.

Suara.com - Pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Laporan yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Teheran ini menyebutkan, jenazah Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan bangunan akibat hantaman rudal yang menargetkan kompleks kediamannya.

Mengutip Jerusalem Post, ketegangan semakin meningkat setelah laporan internal menyebutkan bahwa dokumentasi visual yang menunjukkan jenazah Khamenei telah ditunjukkan secara langsung kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam sebuah pidato darurat yang disiarkan melalui televisi nasional pada Sabtu malam, Netanyahu memberikan sinyalemen kuat mengenai keberhasilan operasi militer tersebut.

Meskipun tidak memberikan detail operasional yang terperinci, Netanyahu menegaskan bahwa intelijen Israel terus memantau situasi di lapangan dengan sangat ketat.

Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]

Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa ada "indikasi yang semakin kuat" bahwa Khamenei telah terbunuh.

Pernyataan ini segera memicu spekulasi luas di kalangan analis politik global mengenai keabsahan informasi tersebut, mengingat sensitivitas posisi Khamenei sebagai otoritas tertinggi di Iran.

Kronologi Serangan dan Kesimpangsiuran Informasi

Serangan udara tersebut menargetkan kompleks kediaman Khamenei di Teheran pada Sabtu pagi.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat

Awalnya, otoritas Iran mencoba meredam kepanikan dengan berjanji segera merilis rekaman suara terbaru dari sang Pemimpin Tertinggi untuk membuktikan bahwa ia masih hidup dan dalam kondisi sehat.

Penilaian awal dari pihak intelijen Israel pun sempat menduga bahwa Khamenei hanya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Namun, hingga Sabtu malam, rekaman suara yang dijanjikan tidak kunjung muncul. Sebaliknya, informasi dari sumber-sumber senior Israel justru memperkuat narasi bahwa serangan tersebut bersifat fatal.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News, menyebut Ali Khamenei masih hidup.

"Sepanjang yang saya tahu, Ayatollah maupun presiden (Masoud Pezeshkian) masih hidup. Pejabat tinggi Iran semua masih hidup. Ada beberapa komandan Garda Revolusi Iran yang sahid (mati), tapi itu biasa," kata Abbas.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi, baik dari pihak militer Israel (IDF), pemerintah Amerika Serikat, maupun pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Iran.

Keheningan dari pihak Teheran ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai indikasi adanya krisis kepemimpinan yang sangat serius di internal rezim.

Profil dan Jejak Sejarah Ayatollah Ali Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, merupakan sosok sentral dalam politik Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Ia menjabat sebagai Presiden Iran di bawah kepemimpinan pendiri revolusi, Ruhollah Khomeini, dari tahun 1981 hingga 1989.

Setelah Khomeini wafat, Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi, posisi yang memberinya kekuasaan absolut atas militer, peradilan, dan kebijakan luar negeri negara tersebut.

Sepanjang karier politiknya, Khamenei dikenal sebagai sosok yang tangguh dan selamat dari berbagai upaya pembunuhan.

Insiden yang paling membekas terjadi pada 27 Juni 1981, ketika sebuah bom meledak saat ia tengah berpidato di sebuah masjid di Teheran.

Serangan tersebut melukainya secara parah dan mengakibatkan lengan kanannya lumpuh secara permanen.

Ketahanannya selama puluhan tahun menjadikannya simbol stabilitas sekaligus resistensi bagi pendukung Republik Islam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 1 Maret 2026
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pengamat Formula 1 Ini Beberkan Alasan Dirinya Yakin Lewis Hamilton akan Kembali ke Performa Terbaiknya di F1 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Diroasting Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Singgung Ramalan Prabowo Indonesia Bubar 2030
• 4 jam laludisway.id
thumb
Satpol PP DKI Jakarta Bersiap Bongkar Lapangan Padel Ilegal di Haji Nawi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus flu babi pada manusia terdeteksi di Catalonia, Spanyol
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.