Jakarta, VIVA – Raksasa e-commerce global, eBay, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 800 karyawan. Jumlah ini setara dengan 6 persen dari total keseluruhan tenaga kerja.
Juru bicara eBay menegaskan, keputusan PHK massal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat struktur operasional dan meningkatkan efisiensi. Perusahaan turut mengapresiasi kontribusi para karyawan yang terdampak dan berkomitmen memberikan dukungan selama masa transisi.
“Kami mengambil langkah untuk berinvestasi kembali di seluruh bisnis kami dan menyelaraskan struktur kami dengan prioritas strategis, yang akan berdampak pada beberapa peran di seluruh tenaga kerja kami,” ujar juru bicara eBay dalam pernyataan resminya dikutip dari CNBC Internasional, Minggu, 1 Maret 2026.
PHK akan menargetkan pekerja di berbagai divisi yang didasarkan pada kebutuhan model operasional, pengurangan duplikasi fungsi, serta penyelarasan dengan prioritas masa depan perusahaan. Hingga tanggal 31 Desember 2025, eBay tercatat memiliki sekitar 12.300 karyawan di seluruh dunia.
- VIVA.co.id/Andrew Tito
Pengumuman PHK ini muncul tidak lama setelah eBay mencapai kesepakatan hukum setelah mencuatnya kabar mantan karyawan perusahaan melakukan pelecehan. Korbannya merupakan pasangan
blogger, David Steiner dan Ina Steiner, pendiri blog EcommerceBytes.
Mereka mengaku diuntit dan dilecehkan oleh karyawan yang marah karena pemberitaan di blog milik perusahaan, EcommerceBytes. Atas perbuataan tersebut, dua mantan eksekutif eBay dijatuhi hukuman penjara sekaligus sempat mencoreng reputasi perusahaan di mata publik.
Fokus pada AI dan Efisiensi Operasional
Dalam beberapa tahun terakhir, eBay terus memangkas jumlah karyawan seiring meningkatkan investasi pada teknologi AI. Perusahaan telah mengimplementasikan berbagai alat berbasis AI secara internal dan mengintegrasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan pengalaman pembeli dan penjual di platformnya.
eBay juga menjalin kemitraan dengan OpenAI untuk mengembangkan teknologi berbasis agentic web browser. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan di era digital yang semakin kompetitif.
Langkah ini diambil di tengah persaingan sengit dengan pemain e-commerce besar seperti Amazon dan Walmart, serta platform marketplace yang berkembang pesat seperti Etsy, TikTok Shop, Temu, dan Shein.
Akuisisi Platform Thrifting Fesyen untuk Gaet Generasi Muda





