Perang AS-Iran, Bitcoin hingga Ether Jadi Buruan Trader Amankan Aset

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perdagangan kripto 24/7 menjadi pusat perhatian bagi komoditas dan aset tradisional akhir pekan ini. Para trader gerak cepat mencari lindung nilai (hedging) di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Berdasarkan laman Bloomberg, Minggu (1/3/2026), Bitcoin berhasil berbalik arah dari kerugian sebelumnya dan naik hingga 2,3% ke kisaran US$67.000 pada perdagangan sore di New York. Ether juga sempat menguat 2,4% ke level US$1.968.

Sementara, kontrak perpetual swap untuk minyak melonjak sekitar 5% ke level US$70,6 per barel di bursa kripto Hyperliquid. Sementara itu, kontrak untuk emas dan perak masing-masing naik sekitar 1,3% dan 2% ke level US$5.323 dan US$94,9 per troy ons. 

Head of Over-The-Counter (OTC) Trading di Wintermute, Jake Ostrovskis mengatakan aset kripto sempat terjual habis (sell-off) saat ketegangan di Timur Tengah meningkat.

Dia menambahkan Bitcoin yang diperdagangkan 24/7 menjadi aset paling likuid yang tersedia bagi para trader yang ingin melakukan lindung nilai sekaligus merespons pergerakan pasar.

"Fakta bahwa BTC bertindak sebagai proksi bagi risiko pasar yang lebih luas karena merupakan satu-satunya pasar yang terbuka, adalah alasan tepat mengapa lebih banyak kelas aset, termasuk komoditas, perlu beralih ke perdagangan 24/7," kata Ostrovskis.

Baca Juga

  • Pacu Ekosistem Kripto, CFX Pangkas Biaya Transaksi
  • Menimbang Efek Ramadan 2026 ke Pasar Kripto
  • 72% Pedagang Kripto Masih Merugi, Ini Penyebabnya

Situasi geopolitik kian memanas setelah AS dan Israel menyerang target di seluruh Iran. Iran membalas dengan serangan rudal ke lokasi di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, serta mengancam serangan lebih lanjut terhadap pangkalan di Irak yang terkait dengan pasukan AS.

Presiden AS Donald Trump juga mendesak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka, yang memperdalam kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Platform kripto telah lama berfungsi sebagai indikator pasar di luar jam kerja bursa karena aset digital diperdagangkan tanpa henti.

Wall Street kini mulai memperhatikan platform seperti Hyperliquid seiring dengan semakin menyatunya kripto dengan keuangan tradisional—meskipun volume perdagangan di platform ini masih kecil dibandingkan dengan pasar konvensional selama jam kerja reguler.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ali Khamenei Wafat, Massa Gelar Doa Bersama Depan Kedubes Iran di Jakarta
• 29 menit lalukumparan.com
thumb
Pertumbuhan Ekonomi Luwu 7,43 Persen, Melenggang di Posisi Ke 2 di Sulsel
• 19 menit laluharianfajar
thumb
Fakta Terbaru Korban Serangan AS-Israel ke Iran: 150 Siswi Sekolah Meninggal Dunia
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Koalisi Sipil Khawatir Pelibatan TNI dalam Terorisme Ubah Pendekatan Jadi Militeristik
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini, 1 Maret 2026: Semarang, Semangat Ibadah Pagi
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.