Trump Kirim Serangan Paling Mematikan dalam Sejarah AS ke Iran

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui memulai Operasi Epic Fury, operasi udara yang paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah, terhadap Iran.

Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth membenarkan hal tersebut usai mendapatkan perintah dari Presiden Trump tadi malam.

"Rezim Iran sebenarnya memiliki kesempatan, namun mereka menolak untuk mencapai kesepakatan — dan kini mereka harus menanggung konsekuensinya," kata Hegseth dalam media sosial X, Minggu (1/3/2026).

Dia menambahkan selama hampir 50 tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga AS, serta terus berupaya mendapatkan senjata paling mematikan di dunia demi memajukan tujuan radikal mereka.

"Tadi malam, tidak seperti presiden-presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani 'kanker' ini secara langsung," tambahnya.

Militer AS, lanjutnya, tidak akan mentoleransi rudal-rudal yang menargetkan rakyat Amerika. Rudal-rudal tersebut akan dihancurkan, bersama dengan fasilitas produksi rudal milik Iran.

Baca Juga

  • Bandara Dubai Kena Rudal Iran, Penerbangan Emirates hingga Etihad Lumpuh
  • Trump Klaim Khamenei Tewas Usai Serangan AS, Iran Sebut 'Perang Psikologis'
  • Raksasa Pelayaran CMA-CGM Tarik Mundur Kapal Akibat Perang AS-Iran

Dia memastikan Angkatan Laut Iran akan dilenyapkan. Sebagaimana ditegaskan Presiden Trump, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.

"Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami yang akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia — seperti yang telah dilakukan Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan menghabisi Anda," tuturnya.

Sementara itu, Komando Pusat AS (United States Central Command/Centcom) tengah melancarkan serangan tanpa henti terhadap Iran.

"Sebagaimana yang dinyatakan oleh Presiden, tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman mendesak dari rezim Iran," kata Komandan Centcom, Adm. Brad Cooper dalam keterangan resminya.

Berdasarkan video resmi yang diunggah ke media sosial, Centcom meluncurkan rudal ke sejumlah lokasi strategis Iran.

Pasukan AS dan sekutu mulai melancarkan serangan terhadap berbagai target pada pukul 01.15 waktu setempat untuk melumpuhkan aparatur keamanan Iran, dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang berisiko menimbulkan ancaman.

Target serangan tersebut meliputi fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sektor pertahanan udara Iran, situs peluncuran rudal dan drone, hingga bandara militer.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Itu Spooring dan Balancing? Ini Perbedaan dan Fungsinya
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Indef: Perang AS-Israel vs Iran Beri Tekanan Berlapis ke Ekonomi Indonesia
• 33 menit lalubisnis.com
thumb
MUI Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Sampaikan Duka Atas Wafatnya Ali Khamenei
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Tren Belanja Konsumen RI saat Ramadan Meningkat, Ditopang Pembayaran Digital
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gegara Overtourism, Festival Bunga Sakura di Tokyo Dibatalkan
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.