New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta serangan balasan Iran ke sejumlah negara di kawasan.
Dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada 28 Februari 2026, Guterres menegaskan bahwa semua negara wajib mematuhi Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah negara lain.
“Itulah sebabnya sejak pagi ini saya mengecam serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima awak media pada Minggu, 1 Maret 2026.
Ia juga mengecam serangan Iran yang melanggar kedaulatan Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
“Kita sedang menyaksikan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” ujarnya. Situasi di Lapangan Memburuk Guterres mengatakan situasi di lapangan berkembang sangat cepat dan tidak stabil. Sekitar 20 kota di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk Teheran, Isfahan, Qom, dan Tabriz.
Ledakan besar juga dilaporkan terjadi di distrik Teheran yang mencakup istana presiden dan kompleks pemimpin tertinggi Iran.
Beberapa pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas, termasuk laporan mengenai kematian Ayatollah Ali Khamenei, meski Guterres mengatakan ia belum dapat mengonfirmasi hal tersebut.
Iran juga menutup wilayah udaranya dan mengalami pemadaman internet hampir total.
Menurut laporan media Iran, serangan udara menewaskan sedikitnya 85 orang di sebuah sekolah perempuan di Minab dan menyebabkan korban tambahan di lokasi lain.
Di sisi lain, serangan balasan Iran dilaporkan melukai puluhan orang di Israel serta menargetkan aset militer Amerika Serikat di kawasan. Risiko Meluasnya Perang Guterres memperingatkan bahwa aksi militer yang terus meluas berisiko memicu konflik yang lebih besar dan tidak terkendali. Ia juga menyatakan penyesalan karena peluang diplomasi yang sebelumnya dimediasi Oman telah gagal dimanfaatkan.
“Saya menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera,” katanya.
Menurut Guterres, tidak ada alternatif selain penyelesaian damai melalui dialog dan negosiasi. Ia mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan, terutama terkait program nuklir Iran.
Guterres juga meminta semua negara mematuhi hukum internasional, melindungi warga sipil, dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
“Mari kita bertindak secara bertanggung jawab dan bersama-sama untuk menarik kawasan dan dunia kita menjauh dari jurang,” katanya.
Baca juga: Arab Saudi Kutuk Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk, Minta Dunia Ikut Mengecam




