Terkini, Bulukumba – Menyikapi polemik viralnya konten dua kreator asal Bulukumba yang diduga memplesetkan terjemahan ayat suci Alquran sebagai materi komedi, Relawan Kemanusiaan Bulukumba menggelar Dialog Publik dan Berbuka Puasa Bersama bertema “Adab di Atas Ilmu dalam Bermedia Sosial”.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Ahad, 1 Maret 2026, usai Salat Ashar hingga waktu berbuka puasa, bertempat di Masjid Kemanusiaan Baitul Makmur, BTN Griya Noor, Taccorong, Bulukumba.
Andika Mappasomba selaku penggagas kegiatan yang juga dari Relawan Kemanusiaan Bulukumba mengatakan dialog publik ini bersifat terbuka terbatas untuk sekitar 100 orang konten kreator aktif, dan memungkinkan diikuti lebih banyak peserta sesuai kapasitas.
“Kegiatan ini digelar sebagai respons sosial dan edukatif atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat, tanpa bertujuan melakukan pembelaan, penghakiman, maupun mengambil kesimpulan akhir terhadap pihak mana pun,” beber pengurus Kerukunan Masyarakat Bulukumba ini.
Empat narasumber akan hadir mengisi dialog, yakni Andi Ayatullah Ahmad (Humas), Dr. Ikhwan Bahar (agamawan), Ustadz Satria (pendakwah), serta Putra Lahatung (konten kreator).
“Para narasumber akan berbagi pandangan mengenai etika, adab, dan batasan kebebasan berekspresi di media sosial, khususnya dalam konteks konten keagamaan,” tururnya.
Panitia menegaskan bahwa forum ini merupakan ajang silaturahmi Ramadan, sekaligus ruang berbagi pengalaman, ide konten positif, serta diskusi mengenai norma sosial dan hukum yang perlu diperhatikan oleh para kreator digital.
“Kami mengajak seluruh konten kreator dan masyarakat untuk menyikapi polemik ini secara bijaksana, mengedepankan adab, serta patuh pada norma sosial dan hukum yang berlaku,” demikian kata Andika Mappasomba.
Bagi masyarakat dan konten kreator yang berminat hadir, konfirmasi kehadiran dapat dilakukan melalui nomor 0852 4249 6423. Panitia juga membuka ruang komunikasi melalui pesan pribadi sebagai bentuk pendataan peserta.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi bersama agar ekosistem media sosial di Bulukumba tumbuh lebih sehat, beretika, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tandasnya.



