UE Laporkan Sinyal Larangan Pelayaran di Hormuz, Iran Belum Resmi Umumkan

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

KORPS Garda Revolusi Iran dilaporkan memberi sinyal bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tidak diizinkan.

Informasi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur energi paling strategis di dunia.

Uni Eropa menyebut kapal-kapal menerima transmisi VHF terkait larangan tersebut, meski Teheran belum mengeluarkan pengumuman resmi.

Baca juga : Putri dan Cucu Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-AS

Selat Hormuz merupakan penghubung utama antara negara-negara produsen minyak di Teluk seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit ini menjadi arteri vital ekspor energi global.

Seorang pejabat Iran menyatakan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait larangan tersebut. Namun, misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, pada Sabtu (28/2) melaporkan bahwa sejumlah kapal menerima transmisi radio VHF yang menyatakan tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.

Jika pembatasan tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya berpotensi luas terhadap perekonomian global, terutama pada harga minyak dan pasokan energi.

Baca juga : Selat Hormuz Memanas, Berdampak pada Gangguan Pasokan Minyak Global

Lloyds List mencatat setiap hari Selat Hormuz dilalui pengiriman minyak mentah dan produk olahan dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Iran, serta sebagian Uni Emirat Arab. 

Volume tersebut setara dengan sekitar 30% perdagangan minyak dan produk petroleum dunia. 

Selain itu, sekitar 20% perdagangan gas alam cair (LNG) global serta sepertiga pengiriman gas petroleum cair dunia juga melintasi jalur ini.

Secara keseluruhan, lalu lintas energi yang melewati selat tersebut mencapai sekitar 30 hingga 33 juta barel setara minyak per hari.

Situasi ini menambah ketidakpastian di pasar energi internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. (AFP/E-4_


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Desak PBB Segera Bertindak Hadapi Agresi AS dan Israel
• 18 jam laludisway.id
thumb
Negara Miskin Tiba-tiba Mengaku Punya Harta Karun Berlimpah
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kebut Relokasi Pascabencana, Tito: Kita Harapkan Selesai Sebelum Idulfitri 2026
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Pramono: Masa Depan Jakarta Ada di Kawasan JIS
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Minta Pemerintah Dampak Konflik AS-Israel dan Iran: Salah Satunya Mempengaruhi Harga Minyak
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.