Bisnis.com, SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan bakal memberikan diskon tarif tol sebesar 30% pada saat periode mudik dan balik Lebaran 2026/1447 H.
Dody menuturkan, keputusan pemberian diskon tarif sebesar 30% tersebut telah disetujui oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku pengelola ruas.
"Kalau yang 30% alhamdulillah sudah, sudah setuju semua. Terakhir yang masih belum itu ada INA [Indonesia Investment Authority] tapi sudah diskusi panjang lebar akhirnya mereka setuju," jelasnya saat ditemui di sela-sela kunjungan peninjauan jalur Pantura di Semarang, Minggu (1/3/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai berapa total ruas yang bakal diberikan diskon, Dody mengaku jumlahnya sama seperti total ruas diskon yang diterapkan pada momentum Lebaran 2025/1446 H.
Adapun, diskon tarif tol tersebut dilaporkan bakal mulai diberikan pada H-9 Lebaran 2026. Hal itu dilakukan dalam rangka memecah konsentrasi traffic kendaraan pada puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026.
"Periodenya pendek kalau enggak salah itu. Supaya yang mudik itu tidak masuk ke peak season. Jadi, semoga dengan cara itu kami berharap pemudik bisa lebih awal. [Mungkin diberikan pada] H-8 atau H-9 sepertinya," tambahnya.
Baca Juga
- Bocoran Menteri PU soal Besaran Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 2026
- PU: Manfaat Ekonomi Diskon Tarif Tol Nataru Tembus Rp11,93 Miliar
- Tarif Tol Solo-Ngawi Naik Mulai Hari Ini 5 Januari, Segini Besarannya
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 H akan terjadi pada 18 Maret 2026 dan mayoritas menuju wilayah Jawa Tengah.
Adapun, perkiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang. Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta).
Sementara itu, dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).





