JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit menilai kematian Ayatollah Ali Khamenei tak akan membuat rezim Iran bubar.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas terbunuh karena serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, Minggu (1/3/2026). Adapun AS-Israel melakukan serangan ke Teheran, Iran, sejak Sabtu (28/2) kemarin.
Baca Juga: Iran Murka! Serukan Pembalasan atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei: AS-Israel akan Menyesal
Salah satu sasaran serangan AS-Israel, dalam misi yang bernama Operasi Epic Fury itu adalah area kediaman dan kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan tersebut yang diyakini menjadi penyebab tewasnya sosok yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu.
Namun, Dian Wirengjurit menilai tewasnya Khamenei bakal membuat rezim Iran takluk.
“Sebuah negara yang baik adalah negara yang memiliki sistem ketatanegaraan yang juga jelas, undang-undang yang jelas. Apa yang terjadi di Iran menunjukkan sistem itu berjalan,” katanya dalam dialog pada program Breaking News KompasTV, Minggu (1/3).
“Dengan terbunuhnya Khamenei tidak berarti dengan sendirinya rezim Islam Iran bubar. Tidak berarti akan ada pergantian pemimpin Iran, dengan seorang berasal dari luar entitas negara Islam Iran,” lanjut Dian.
Ia mengatakan sekarang yang akan bekerja adalah dewan pakar Iran, yang terdiri dari tujuh Ayatollah senior untuk menentukan penggantinya.
“Semua sistem tetap berjalan, Garda Revolusi dan angkatan bersenjatanya Iran tetap dalam kondisi perang, tempur, siap di medan laga. Hanya medan laganya adalah Iran, yang artinya defensif,” ujar Dian.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- iran
- ayatollah ali khamenei
- kematian ayatollah ali khamenei
- eks dubes ri untuk iran
- dian wirengjurit
- rezim iran




