Kementerian Luar Negeri China menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pihaknya mendesak semua pihak segera melakukan gencatan senjata untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Kemlu China juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri serta kembali ke jalur dialog dan negosiasi.
“Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati,” ungkapnya seperti yang diberitakan Reuters, Minggu (1/3).
Kecaman paling keras pun datang dari media pemerintah China, kantor berita Xinhua. Mereka menyebut serangan itu sebagai “agresi terang-terangan terhadap negara berdaulat” dan “politik kekuatan serta hegemoni.”
Xinhua juga menilai penggunaan paksaan militer oleh AS sebagai pelanggaran mencolok terhadap tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus penyimpangan dari norma-norma fundamental hubungan internasional.
Kedutaan Besar China di Israel juga mengeluarkan pemberitahuan yang mengimbau warga negara China di Israel untuk segera mengungsi ke wilayah yang lebih aman di dalam negeri atau meninggalkan Israel menuju Mesir melalui perlintasan perbatasan Taba.
Terpisah, operator maskapai berbasis Hong Kong, Cathay Group, menangguhkan operasinya di Timur Tengah dengan alasan meningkatnya ketegangan kawasan pascaserangan.
“Penangguhan ini mencakup penerbangan penumpang ke dan dari Dubai serta Riyadh, serta layanan kargo yang melintas melalui Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan.
Cathay menyatakan pihaknya juga mengalihkan rute penerbangan yang biasanya melintasi wilayah terdampak.
Adapun serangan AS–Israel yang dilancarkan pada Sabtu (28/2) itu menargetkan kemampuan militer Iran. Media pemerintah Iran melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam operasi tersebut.





