Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Mataram
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu dengan Lalu Muhamad Iqbal di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 28 Februari 2026, guna membahas penguatan kesiapan Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama pembahasan mencakup optimalisasi angkutan penyeberangan, kesiapan pelabuhan, serta koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan wisatawan.
Menhub Dudy menegaskan, sebagai provinsi kepulauan, mobilitas masyarakat NTB sangat bergantung pada angkutan penyeberangan dan transportasi udara yang ditopang jaringan jalan nasional. Selain itu, NTB juga merupakan destinasi pariwisata unggulan yang diperkirakan mengalami peningkatan pergerakan saat periode libur Lebaran.
“Pada masa Lebaran, pergerakan masyarakat di NTB tidak hanya untuk mudik, tetapi juga wisata. Karena itu, kesiapan transportasi harus benar-benar diperkuat,”kata Menhub Dudy dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret 2026.
Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran Nasional, pergerakan masyarakat secara nasional diproyeksikan mencapai 146 juta orang pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,58 juta orang diperkirakan berasal dari NTB, sementara 1,22 juta lainnya menjadikan NTB sebagai tujuan perjalanan.
Salah satu simpul transportasi yang diprediksi paling padat adalah Pelabuhan Lembar. Pelabuhan ini termasuk tiga pelabuhan penyeberangan tersibuk secara nasional, dengan estimasi sekitar 1,1 juta penumpang selama masa Angkutan Lebaran.
Menhub mengingatkan pentingnya manajemen lalu lintas di sekitar pelabuhan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Pengaturan arus keluar-masuk, penyediaan kantong parkir, serta rekayasa lalu lintas harus dipersiapkan secara matang.
“Aspek keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Pemeriksaan kelaiklautan kapal, pemantauan cuaca, kesiapan armada dan dermaga, hingga pengawasan kapasitas muatan wajib dilakukan secara ketat,” tegasnya.
NTB juga menjadi salah satu tujuan Program Mudik Gratis jalur laut, dengan kuota 450 penumpang pada rute Lembar–Surabaya selama periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Untuk itu, Kementerian Perhubungan meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan kesiapan angkutan umum dan layanan feeder menuju titik keberangkatan.
Selain pelabuhan, potensi kepadatan di jalur arteri akibat aktivitas pasar tumpah dan lokasi wisata turut menjadi perhatian. Tercatat terdapat 12 titik pasar tumpah yang rawan menimbulkan kemacetan.
Optimalisasi rest area, termasuk 115 lokasi masjid dan fasilitas umum, juga disiapkan sebagai titik istirahat bagi pemudik.
Menhub menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci sukses penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
“Penguatan keselamatan, kebijakan yang tepat, manajemen lalu lintas yang optimal, serta koordinasi yang solid akan menjadi penentu terwujudnya Angkutan Lebaran yang aman dan lancar,”tuturnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, Kapolda NTB Edy Murbowo, para kepala daerah se-NTB, serta pejabat tinggi Kementerian Perhubungan.
Editor: Redaktur TVRINews





